Soal Insiden Pengeroyokan, Ade Armando: Kalau Tidak Ditolong Polisi Kemungkinan Saya Sudah Meninggal Dunia

Soal Insiden Pengeroyokan, Ade Armando: Kalau Tidak Ditolong Polisi Kemungkinan Saya Sudah Meninggal Dunia Kredit Foto: Antara/GALIH PRADIPTA

Pegiat media sosial, Ade Armando menceritakan insiden dikeroyok massa demo hingga tak berdaya di depan Gedung DPR RI/MPR, Jakarta Pusat, Senin (11/4). 

Diketahui, pengeroyokan itu diduga atas dasar ketidaksukaan kelompok tertentu terhadap isu yang pernah dikritik atau diutarakan oleh Ade Armando.

Baca Juga: Sentil Jokowi, Nicho Silalahi: di Hutan Selfie Pakai Masker, Giliran Ketemu Kang Elon Tanpa Masker

Ade Armando mengatakan jika dirinya terlambat ditolong polisi kemungkinan dia meninggal dunia.

Hal itu disampaikan Ade Armando dalam kanal Youtube Cokro TV yang berjudul ‘Ade Armnado: Dukungan Teman-Teman membuat saya semangat’ 

“Ketika itu dokter bilang, kondisi terparahnya saya bisa mati. Dokter bilang kalau saja terlambat, barangkali 5 menit sampai 10 menit polisi tidak berhasil menerobos para pengeroyok,” ujar Ade Armando.

“Ada kemungkinan bahwa saya akhirnya sudah meninggal dunia, kalau tidak ditolong oleh para polisi itu,” sambungnya. 

Ade Armando juga mengatakan jika tidak segera ditolong polisi pada saat itu dirinya pasti akan mengalami kondisi yang lebih buruk seperti lumpuh bahkan lupa ingatan.

“Kemungkinan kedua adalah damage ya, jadi brain damage yang paling parah tentu bisa sampai lumpuh kehilangan ingatan, dan bisa lupa dan seterusnya itu terjadi,” ungkap Ade Armando. 

Tak hanya aparat kepolisian, Ade Armando juga mengaku dibantu oleh sebagian mahasiwa dan teman teman jurnalis di lapangan untuk menghentikan pertikaian tersebut.

"Para mahasiswa juga sebagian juga berusaha menolong saya ya. Walaupun juga lagi-lagi terlambat oleh banyaknya orang," bebernya.

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Video Pilihan

Terkini