Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waduh! Keluarga Brigadir J Angkat Tangan pada Kasus Pembunuhan Anaknya oleh Ferdy Sambo, Said Didu: Sepertinya 'Mereka' Akan Semakin...

Waduh! Keluarga Brigadir J Angkat Tangan pada Kasus Pembunuhan Anaknya oleh Ferdy Sambo, Said Didu: Sepertinya 'Mereka' Akan Semakin... Kredit Foto: Twitter/@msaid_didu
WE NewsWorthy, Jakarta -

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti pernyataan dari Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang mengungkapkan bahwa keluarga korban akhirnya menyerah pada kasus pembunuhan anaknya oleh Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu mengibaratkan bahwa hal itu seperti sudah direncanakan.

Baca Juga: Geger! Keterlibatan Istana Melalui Sosok Ini Dibongkar Kamaruddin Simanjuntak, Ternyata Ada yang Bela: Makanya Kasus Brigadir J Gak Kelar...

Said didu juga menilai bahwa ada yang semakin beringas terkait upaya pengusutan tuntas kasus pembunuhan Brigadir J.

"Akhirnya kembali ke lap top. Sepertinya "mereka" akan makin garang," ungkap Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya pada Senin (19/9).

Sementara itu, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan permintaan maafnya kepada masyarakat, karena tidak mampu untuk menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J. Padahal, ia mengaku bahwa dirinya telah berusaha semaksimal mungkin, bahkan mengorbankan segalanya guna menyingkap misteri kasus pembunuhan kliennya tersebut.

"Saya betul-betul minta maaf, saya sudah berjuang dengan mengorbankan segalanya, baik pikiran materi maupun waktu. Saya membiayai semua ini tetapi bukan bermaksud mengungkit-ungkit itu," ujar Kamaruddin Simanjuntak, dikutip dari SuaraSumsel.id.

Kemudian, Kamaruddin Simanjuntak juga menuturkan permintaan maaf dari pihak keluarga korban dan mulai sekarang menurutnya mereka akan pasrah menerima keadaan.

"Kemudian saya juga memohon maaf atas nama keluarga karena pak Samuel sebagai orang tua daripada almarhum sudah menyatakan sudah selesai bahwa anak saya tidak bisa kembali," tuturnya.

Baca Juga: Tepok Jidat! Ucapan Jokowi Diungkit Soal APBN Pernah Surplus Rp106 Triliun, Said Didu: Masih Percaya?

"Tetapi karena Pesiden tidak mau berbuat sesuatu maka pada akhirnya, kecuali hanya mengatakan 4 kali buka seterang-terangnya memang kita akui dia mengatakan itu empat kali, dalam empat kali momen," ujar Kamaruddin Simanjuntak.

Menurutnya, dengan tidak adanya aksi nyata dari Presiden, akan membuat Pori semakin terjebak pada masalahnya sendiri.

"Presiden membiarkan polri terjebak dalam lumpur itu akhirnya sampai dengan hari ini mereka terjebak tidak bisa keluar," tambahnya.

Baca Juga: Resmi Rilis, Fase Pertama Tetanggaku Kenalkan Layanan Motor Tetangga dan Mobil Tetangga

Penulis/Editor: Irania Zulia

Advertisement

Bagikan Artikel: