Kasus Mega Korupsi Partai Demokrat, Guntur Romli: Korupsinya Sistemik, Harusnya Tak Berhenti di Angelina Sondakh

Kasus Mega Korupsi Partai Demokrat, Guntur Romli: Korupsinya Sistemik, Harusnya Tak Berhenti di Angelina Sondakh Kredit Foto: Instagram/Mohamad Guntur Romli

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menyoroti mega korupsi Wisma Atlet Hambalang oleh kader partai penguasa kala itu yaitu Partai Demorkat.

Ia menyebut harusnya korupsi itu tak hanya berhenti di kader Demokrat Angelina Sondakh.

Baca Juga: Guntur Romli Soroti Adanya Selebaran Anies di Masjid: Gubernur Terbodoh Mau Dibranding dengan Politisasi Masjid

"Konon, waktu itu korupsinya sistemik. Harusnya tidak berhenti di Angelina Sondakh saja," ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Senin (19/9/2022).

Aktivis JIL ini menyebut ada nama yang disebut-sebut ikut terlibat, tapi hingga saat ini masih aman.

"Konon ada nama yg juga disebut2, tapi sampe skrng msh aman, tdk diperiksa," imbuhnya.

Diketahui kasus mega korupsi Wisma Atlet Hambalang yang terjadi sekitar sepuluh tahun yang lalu pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Korupsi Hambalang yang diduga merugikan negara sekitar triliuan rupiah tersebut menyita perhatian publik pada saat itu.

Satu persatu politisi Partai Demokrat yang diduga berada di belakang kasus Hambalang dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan. Beberapa bahkan dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara.

Publik seolah kembali diingatkan dengan kasus besar itu, setelah salah satu tersangka kasus Hambalang, Angelina Sondakh bebas dari penjara, setelah 10 tahun menjalani hukuman.

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini