Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

SBY Dibandingkan dengan Jokowi, Politisi Gerindra: Kok Dibandingke, Keduanya Sama-sama Naikan Harga BBM dan Ciptakan Oligarki

SBY Dibandingkan dengan Jokowi, Politisi Gerindra: Kok Dibandingke, Keduanya Sama-sama Naikan Harga BBM dan Ciptakan Oligarki Kredit Foto: Facebook SBY
WE NewsWorthy, Jakarta -

Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono menyoroti banyaknya yang membandingkan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan era Presiden ke-7 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia pun menyebut dengan mengunakan lagu viral yang dinyanyikan di Istana Merdeka yaitu Ojo Dibandingke.

Baca Juga: Ternyata yang Disampaikan Pak SBY Benar Soal Kecurangan Pemilu 2024: Sudah Diakui Sendiri, Kok Hasto Marah-marah?

"Wong ko ngene kok dibanding-bandingke Saing-saingke, @jokowi karo @SBYudhoyono," ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Senn (19/9/2022).

Ia pun menyebut nama kedua tokoh baik SBY dan Jokowi sama-sama membangun negara.

"yang penting kedua tokoh ini sama-sama membangun negara, menaikan harga BBM, ,embuka luas Asing berinvestasi bebas, menciptakan oligarki ekonomi (OKB). Kurang lebihnya ya wajar saja," tambahnya.

nggota DPR RI Adian Napitupulu merespons hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) anjlok 10 persen pascakenaikan harga BBM. Adian pun membandingkan penurunan tingkat kepuasan Presiden Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2013, setelah menaikkan harga BBM.

"Tingkat kepuasan (Jokowi) terakhir 62,6 persen. Kalau dibandingkan dan tingkat kepuasan yang sama di periode SBY tahun 2013, kalau menurut SMRC sekitar 55 persen, kalau nggak salah. Kemudian, menurut LSI, sekitar 35 persen kalau nggak salah, tapi bisa di kroscek itu," kata Adian dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia, yang disiarkan di YouTube, Minggu (18/9/2022).

"Artinya bahwa, di periode menjelang akhir masa jabatan, kalau kita bandingkan antara periode SBY dan Jokowi di tengah naiknya harga BBM ini, saya lihat masih tinggi Jokowi," imbuhnya.

Adian kemudian memaparkan data hasil survei yang dia himpun terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja SBY saat menaikkan harga BBM pada 2013. Ia menyebut tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi masih lebih baik dibandingkan SBY.

"Kalau SMRC 55,8 persen 2013, kalau LSI 35,9 persen, sangat drop. Kalau dibandingkan head to head seperti itu, masih lebih bagus Jokowi hari ini, walaupun surveinya sebenarnya Jokowi dilakukan ketika dua hari setelah kenaikan BBM," kata aktivis '98 itu.

Adian lalu memaparkan persentase kenaikan harga BBM era SBY lebih besar dibandingkan era Jokowi. Anggota Komisi VII DPR yang membidangi energi itu menyebut persentase kenaikan harga BBM era SBY sebesar 254%.

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: