Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Buntut Minta Maaf Effendi Simbolon ke TNI, Umar Hasibuan: Jaga Lisan, Jangan Arogan dan Semena-mena...

Buntut Minta Maaf Effendi Simbolon ke TNI, Umar Hasibuan:  Jaga Lisan, Jangan Arogan dan Semena-mena... Kredit Foto: Instagram
WE NewsWorthy, Jakarta -

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan menyoroti Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon yang meminta maaf terkait pernyataannya yang menyebut TNI seperti 'gerombolan'.

Hal tersebut di tanggapi Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Umar Hasibuan memberikan wejangan terkait hati-hati dalam berbicara.

Baca Juga: Presiden Dua Periode Boleh Jadi Cawapres 2024, Umar Hasibuan: MK Gokil Banget!

Umar Hasibuan juga menyindir Effendi Simbolon soal pernyataannya yang disebut arogan.

"Jaga lisan hati2lah bicara. Jgn arogan dan semena2 kalau bicara," ujar Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (15/9).

Sebelumnya pernyataan itu diungkap Effendi saat rapat Komisi I DPR dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

"Saya dari lubuk hati paling dalam saya minta maaf atas perkataan saya yang menyakiti di hati prajurit siapapun dia dari mulai tamtama perwira sampai sesepuh dengan pernyataan yang diartikan lain," tutur Effendi Simbolon.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto yang mendampingi Effendi mengatakan hari ini adalah hari terbaik bagi koleganya itu untuk meminta maaf.

"Effendi tidak ada niat yang tidak baik. Saya memastikan Effendi tidak punya niat tidak baik," ungkap Utut Adianto.

Sebelumnya, pernyataan anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon yang menyinggung TNI seperti gerombolan menuai kecaman dari prajurit itu dilontarkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPR RI dengan Kemenhan dan TNI di Senayan, Jakarta, Senin (5/9).

Baca Juga: Perkara Pernyataan Kontroversi Effendi Simbolon, Eh Ada yang Titip Pesan: Jika Pansos, Kerjalah dengan Benar!

Saat itu, petinggi TNI dari Panglima TNI hingga seluruh kepala staf angkatan hadir, kecuali KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Ketidakhadiran Dudung inilah kemudian menyulut Effendi Simbolon melontarkan kritiknya terhadap TNI.

Effendi mengaku ingin mendapat penjelasan dari Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Menurutnya, ada ketidakharmonisan antara dua jenderal bintang empat itu.

"Kami banyak sekali ini temuan-temuan ini, insubordinasi, disharmoni, ketidakpatuhan, ini TNI kayak gerombolan ini, lebih-lebih ormas jadinya, tidak ada kepatuhan," ungkap Effendi.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: