Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hacker Bjorka Ungkap Pejabat Belum Vaksin Booster, Alvin Lie: Bagaimana Mereka Bisa Bepergian Naik Pesawat?

Hacker Bjorka Ungkap Pejabat Belum Vaksin Booster, Alvin Lie: Bagaimana Mereka Bisa Bepergian Naik Pesawat? Kredit Foto: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
WE NewsWorthy, Jakarta -

Mantan anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, menyoroti beberapa nama pejabat yang diungkap Hacker Bjorka belum melakukan vaksin ketiga atau booster.

Alvin Lie mempertanyakan bagaimana cara para pejabat negara tersebut bisa bepergian naik pesawat yang padahal belum vaksin booster.

Baca Juga: Terungkap! Santri Gontor Tewas Dianiaya Diduga Gegara Hilangkan Alat Pramuka, Tokoh NU: Bikin Malu Aja

Hal itu disampaikan Alvin Lie lewat akun Twitter pribadinya, pada Senin 12 September 2022.

"Jika data pribadi yg diungkap Bjorka benar, bbrp pejabat tinggi negara ternyata belum vaksinasi Booster, bgmn mereka bisa bepergian naik pesawat?," ujar 

"SE 23/2002 Satgas Penanganan COVID-19 jelas syaratkan vaksinasi booster bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri @KemenkesRI @jokowi," imbuhnya.

Diketahui, data Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan kembali diretas hacker Bjorka pada Senin, 12 September 2022. Bjorka membocorkan identitas dan data pribadi Luhut Binsar di media sosial.

Data pribadi Luhut seperti nomor telefon, alamat email, alamat rumah, dan lainnya tersebar secara gamblang. Diketahui juga bahwa Menko Marves ternyata belum menjalani vaksin booster.

Dalam data itu, Luhut Binsar Pandjaitan baru mendapat dua kali vaksin Covid-19 pada tahun 2021. Dari data, tercatat bahwa Luhut menjalani vaksinasi Covid-19 pertama pada 13 Maret 2021.

Sedangkan vaksinasi Covid-19 kedua ia lakukan hanya satu bulan setelahnya yakni 3 April 2022.

Sementara itu, sebelumnya Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat baru akan diterapkan paling lama dua pekan lagi.

Ia menegaskan, pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik.

“Pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi,” ujar Menko Luhut dalam keterangan resmi, Senin 4 Juli 2022.

Belum banyak masyarakat yang melakukan vaksin booster Penerapan kebijakan baru tersebut, lanjut Luhut, dilatarbelakangi oleh capaian vaksinasi booster yang masih rendah.

Berdasarkan data Peduli Lindungi, dari rata-rata orang masuk mal perhari sebesar 1,9 juta orang, hanya 24,6 persen yang sudah booster.

“Untuk mendorong vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mall dan perkantoran, akan diubah jadi vaksinasi booster. Sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi,” pungkas Luhut.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: