Tak Hafal Pancasila Ketua DPRD Lumajang Mundur, Eh Roy Suryo Tak Hafal Lagu Indonesia Raya Diungkit: Setidaknya Anda Lebih Mulia

Tak Hafal Pancasila Ketua DPRD Lumajang Mundur, Eh Roy Suryo Tak Hafal Lagu Indonesia Raya Diungkit: Setidaknya Anda Lebih Mulia Kredit Foto: Tangkap layar

Video yang memperlihatkan Ketua DPRD Lumajang Anang Akhmad Syaifuddin viral lantaran tak hapal teks Pancasila ketika menemui massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kantor DPRD Lumajang, Jawa Timur, Rabu (7/9) lalu.

Hal itu membuat Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memilih mundur karena diketahui tak hafal sila ke-4.

Baca Juga: Ditantang Denny Siregar Buka Aib Anies, Hacker Bjorka: Jakarta Tidak Hanya Tentang Sudirman dan Thamrin

"Saya minta maaf ke seluruh masyarakat dan anggota DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, atas insiden tidak hafalnya saya melafalkan Pancasila. Apapun keadaan saya, saya merasa itu tidak pantas dilakukan atau terjadi pada ketua DPRD di mana pun atau siapa pun itu," kata Anang, Senin (12/9).

Menurut Anang tindakan mundur dari jabatan Ketua DPRD ini merupakan keputusan final yang diambil dari pikiran dan hati nuraninya sendiri.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Lumajang itu juga menegaskan keputusan tersebut diambilnya tanpa ada intervensi dan tekanan dari pihak manapun.

Baginya orang tidak hafal Pancasila bukan orang yang salah. Namun hal itu sangat tidak pantas jika dialami oleh seorang Ketua DPRD.

"Saya dengan hati yang sangat menyesal mengundurkan diri dari Ketua DPRD Kabupaten Lumajang. Ini untuk menjaga marwah DPRD Lumajang, untuk menjaga dan menjadikan pembelajaran siapa pun pemimpin di negeri ini," ujar Anang.

Keputusan Anang mundur dari jabatan membuat raut wajah 36 anggota dewan yang hadir di ruang paripurna terlihat kaget. Termasuk Bupati Lumajang Thoriqul Haq, serta jajaran forkopimda setempat.

Wakil Ketua DPRD Lumajang, Bukasan, sangat menyayangkan keputusan Anang mundur dari jabatan. Menurutnya, keputusan tersebut di luar dugaan. Baginya, salah membaca teks Pancasila merupakan hal yang lumrah.

"Prosesnya ini masih panjang. Partai politik harus mengajukan pergantian. Kemudian tahapan berikutnya badan musyarawah, dan paripurna. Lalu hasil paripurna dikirimkan ke Gubernur," ucapnya.

Hal ini pun mendapat respons dari warganet di Twitter.

Banyak yang memuji aksi Ketua DPRD Lumajang itu dan dikaitkan dengan Roy Suryo yang pernah salah menyanyikan lagi Indonesia Raya saat menjabat sebagai menteri.

"Pak setidaknya Anda lebih mulia daripada Roy Suryo," ucap akun @alextham878.

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini