Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Geng Sambo Banyak Dipecat Tidak Hormat, Lalu Naik Banding, Pengamat: Pemecatan Batal dan Muncul dengan Jabatan dan Pangkat Mentereng

Geng Sambo Banyak Dipecat Tidak Hormat, Lalu Naik Banding, Pengamat: Pemecatan Batal dan Muncul dengan Jabatan dan Pangkat Mentereng Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti polisi yang terseret kasus mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang dipecat tidak hormat.

Ia pun menyinggung kasus Tim Mawar yang banyak polisi dipecat tidak hormat lalu naik banding.

Baca Juga: Beda dari yang Lain! Farhat Abbas Sebut Ferdy Sambo Pahlawan, Eh Diceletukin: Orang Aneh, Sengaja Biar Dihujat

"Ingat kasus Tim Mawar. Setelah dipecat langsung naik banding. Di sidang banding pemecatan dibatalkan," ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Senin (12/9/2022).

Gigin menambahkan setelah sidang banding, maka pemeceatan dibatalkan dan kembali muncul menjadi polisi.

"Tak lama kemudian muncul lagi dengan pangkat dan jabatan lebih mentereng," ucapnya.

Diketahui Polri telah mengumumkan 6 nama anggotanya yang harus menerima pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena terbukti membantu dan menghalangi penyidikan atas kasus yang menyeret mantan Kadiv Propam Mabes Polri tersebut. 

Enam anggota polisi ini pun memiliki perannya masing-masing mulai dari menutupi kasus dengan menghalangi penyidikan hingga bertugas menghancurkan CCTV yang menjadi bukti kuat adanya kasus pembunuhan yang dilakukan terhadap Brigadir J ini.

Di kasus ini, Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua. 

Selain Ferdy Sambo, empat orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma’ruf. 

Ferdy sambo pun telah disanksi etik dengan diberhentikan secara tidak hormat.

Ferdy Sambo dkk dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Mereka terancam hukuman mati.

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: