Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ada yang Mencak-mencak Soal Sumber Dana Bansos Dibongkar Said Didu: Dibohongin Tepuk Tangan!

Ada yang Mencak-mencak Soal Sumber Dana Bansos Dibongkar Said Didu: Dibohongin Tepuk Tangan! Kredit Foto: Twitter/Said Didu
WE NewsWorthy, Jakarta -

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti bantuan sosial (bansos) berupa bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BBM) telah mulai disalurkan sebagai kompensasi di balik keputusan pemerintah menaikkan harga bensin subsidi.

Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu menyatakan bahwa dana bansos tersebut sebenarnya juga bersumber dari uang rakyat.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut 60 Juta Database PeduliLindungi Hilang, Said Didu: Pasti yang Dirugikan Rakyat, Terus yang Tanggung Jawab?

Said Didu mengatakan bahwa hal itu dari kenaikan penerimaan pajak kenaikan BBM.

"Mari bicara jujur. Dana Bansos sebenarnya bersumber dari kenaikan penerimaan pajak kenaikan BBM - bukan dari yg selama ini dikatakan pengalihan dana subsidi. Artinya dana bansos tsb bersumber dari rakyat yg membeli BBM," tutur Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya, Jumat (9/9).

Terkait cuitan dari Said Didu itu, salah satu warganet ada yang menanggapinya. Warganet itu menyebut bahwa Said Didu bisa mengungkapkan hal tersebut lantaran adanya sakit hati terhadap pemerintah.

"Utk para BARISAN SAKIT HATI karena pikiran hati kalian isinya cuma kedengkian dan balas dendam maka yg keluar daru mulutmu pun hanya sampah Du," ucap akun @agent_pin.

Kemudian, cuitan dari warganet itu dibalas kembali oleh Said Didu.

Baca Juga: Erick Thohir Minta Tambahan Modal Negara Rp7,7 Triliun untuk BUMN di 2023, Said Didu: Minta Lagi dari Uang Rakyat, Lanjut!

"Diberi informasi benar marah. Dibohongin tepuk tangan," balas Said Didu.

Sementara itu, pemerintah diketahui telah mengalokasikan dana sebesar Rp12,4 triliun, yang akan disalurkan kepada 20,65 juta penerima.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Advertisement

Bagikan Artikel: