Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Curiga Balita yang Dijadikan Tameng Putri Sambo Agar Tak Ditahan Bukan Anak Biologisnya

Curiga Balita yang Dijadikan Tameng Putri Sambo Agar Tak Ditahan Bukan Anak Biologisnya Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
WE NewsWorthy, Jakarta -

Wartawan senior Agi Betha menduga bayi Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo yang dijadikan tameng hanyalah anak angkat.

Pasalnya, kata Agi, selama dua tahun belakangan Putri tidak pernah terlihat hamil.

Baca Juga: Infrastuktur Dibangun Jokowi Sepi Peminat, Elite Demokrat: Cara Rezim Menghamburkan Uang Rakyat

"Setelah dilihat dari akun Divpropam, yang selalu menampilkan foto Ferdy Sambo dan Istri, meski sekarang akun tersebut sudah take down, tak ada sejarah selama dia mendampingi Ferdy Sambo sebagai ibu dari Kadiv Propam ini hamil," ujar Agi Betha dalam kanal Youtube Of The Record FNN, dikutip pada Jumat 9 September 2022.

Dia menyinggung cerita Bibi Brigadir J, Roslin Emika yang menyebut Ferdy Sambo dan Putri sempat mencari balita untuk diadopsi.

"Kalau anak adopsi masihkah pantas anak ini dijadikan tameng agar Ibu Putri tidak ditahan," imbuhnya.

Selain itu, Agi juga mengatakan Putri sempat meninggalkan balitanya selama satu minggu saat pergi ke Magelang.

"Kalau dia masih menyusui, meninggalkan anak selama satu minggu itu rasanya sakit sekali. Meski menyusui pun tetapi tak berada dekat dengan bayi yang disusui pasti akan berdampak pada psikologisnya," ujar dia.

"Saat anaknya sudah sekolah, dia lebih banyak berlibur apalagi ditambah dengan merayakan ulang tahun perkawinannya. Penyidik pasti tahu fakta ini. Kini masih gelap apakah anak ini masih diasuh oleh Bu Putri," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, istri dari irjen Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kematian Brigadir J.

Meski telah ditetapkan menjadi tersangka, namun Putri Candrawathi tak ditahan karena kondisinya yang belum stabil dan masih mempunyai anak kecil.

Putri Candrawathi pun akhirnya hanya dikenakan wajib lapor 2 kali seminggu.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: