Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Aneh! Pernyataan Komnas HAM Berbeda dengan Dokter Forensik Soal Penyiksaan pada Brigadir J, Said Didu: Masih Percaya Komnas HAM?

Aneh! Pernyataan Komnas HAM Berbeda dengan Dokter Forensik Soal Penyiksaan pada Brigadir J, Said Didu: Masih Percaya Komnas HAM? Kredit Foto: Instagram/Said Didu
WE NewsWorthy, Jakarta -

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti pernyataan dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait tidak ada penganiayaan atau tindak pidana kekerasan terhadap Brigadir J.

Padahal, Tim Dokter Forensik Otopsi Kedua Brigadir J memang tidak pernah mengatakan sekalipun adanya penyiksaan atau tindakan kekerasan terhadap Brigadir J.

Baca Juga: Sadis! Mantan ART Sebut Banyak Mayat Dijadikan Patung di Ruang Rahasia Ferdy Sambo, Denny Siregar: Lama-lama Gua Jadi Gila...

Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu menyinggung soal kepercayaan publik pada Komnas HAM.

"Masih ada yg percaya @KomnasHAM?," ujar Said Didu  melalui akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (8/9).

Sementara itu,  Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), dr. Ade Firmansyah menjelaskan pihaknya tak pernah memberikan statement ada atau tidak adanya penganiayaan.

Ade Firmansyah disebut hanya melaporkan hasil dari pemeriksaan tim dokter forensik pada autopsi jenazah Brigdir J yang kedua.

Bahkan, pada saat pemeriksaan, Ade juga menjelaskan pihaknya diawasi oleh lembaga yang berwenang.

"Pada saat kami melakukan autopsi itu kami diawasi oleh Komnas HAM, oleh Kompolnas juga, semua melihat dengarkan apa yang kami kerjakan di dalam ruang autopsi tersebut," tutur Ade Firmansyah dalam salah satu stasiun TV swasta.

Baca Juga: Putri Candrawathi Tidak Ditahan dengan Alasan Kemanusiaan, Ini Namanya Pembodohan Publik: Semua Tersangka Pembunuhan Wajib Ditahan!

"Untuk memastikan dan memperjelas hasil pemeriksaan itu, kami sampaikan bahwa itu akan kita lakukan pemeriksaan lagi dengan pemeriksaan mikroskopik, serta kami juga akan review dari catatan dan foto-foto yang sudah kami periksa. Setelah itu, kemudian kita analisa lagi ini, luka ini akibat apa dan segala macamnya. Nah di sini memang ada perbedaan istilah atau perbedaan pengertian antara kami di kedokteran forensik dengan dibidang hukum," tandas Ade Firmansyah.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Advertisement

Bagikan Artikel: