Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hari Ini, KPK Periksa Anies Terkait Dugaan Korupsi Formula E: Kasus Sudah di Depan Mata Jangan Diendus-endus Doang

Hari Ini, KPK Periksa Anies Terkait Dugaan Korupsi Formula E: Kasus Sudah di Depan Mata Jangan Diendus-endus Doang Kredit Foto: Sufri Yuliardi
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat media sosial Yusuf Dumdum menanggapi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi Formula E, pada hari ini, Rabu (7/9).

Yusuf Dumdum meminta KPK agar tidak kalah pamor dengan Kejagung yang berhasil mengusut tuntas perkara korupsi. 

Baca Juga: Mantan Jaksa Pinangki Divonis Penjara 10 Tahun, Baru 2 Tahun Dibui Sudah Bebas Bersyarat: Mafia Hukum Masih Betah di Indonesia

Hal itu disampaikan Yusuf Dumdum lewat akun Twitter pribadinya, pada Rabu 7 September 2022.

"Hari Ini, @KPK_RI Periksa Anies Baswedan terkait dugaan korupsi Formula E. Tolong siapin parfumnya biar bau busuknya gak ketara," ujar Yusuf Dumdum.

"Ayo KPK, masa kalah sama Kejagung ? Kasus udh di depan mata kok cuma diendus2 doang. Takut sama bandit berjubah ya?," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan akan memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu (7/9) depan. Anies dipanggil terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi ajang balap mobil listrik Formula E.

Pemanggilan oleh KPK itu dibenarkan oleh Anies. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku baru saja menerima surat undangan dari KPK untuk dimintai keterangan soal Formula E.

Ia mengaku bakal memenuhi undangan dari KPK itu. Menurutnya keterangan yang disampaikan olehnya bisa membantu KPK dalam melakukan penyelidikan.

Namun, Anies tak mau merinci soal apa saja yang akan ditanya KPK kepadanya nanti. Ia berjanji akan memberikan keterangan kepada awak media begitu pemanggilan besok selesai.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi ajang mobil balap listrik Formula E masih berjalan. Proses tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: