Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Amnesty Internasional Gak Setuju Ferdy Sambo Dihukum Mati: Bukan Berarti Hilangnya Nyawa Harus Dibayar Nyawa

Amnesty Internasional Gak Setuju Ferdy Sambo Dihukum Mati: Bukan Berarti Hilangnya Nyawa Harus Dibayar Nyawa Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
WE NewsWorthy, Jakarta -

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengaku tidak setuju jika tersangka pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo dihukum mati.

Menurut Usman, tidak seharusnya nyawa dibalas dengan nyawa.

Baca Juga: Pakar Kritik Rekomendasi Komnas HAM untuk Kembali Usut Dugaan Pelecehan Seksual: Bukan Urusannya Komnas HAM, Sibuk Sekali Mereka Urus Ini

"Kalau misalnya kita menggunakan hukum pidana, kan ada dua, pertama pasal 340 pembunuhan berencana, yang kedua obstruction of justice, pembunuhan berencana jelas dalam hukum pidana kita ada hukuman matinya, sesuatu yang kami tolak," ujar Usman seperti dikutip dari Channel YouTube salah satu TV Swasta.

"Tapi bukan berarti hilangnya nyawa itu harus dibalas dengan hilangnya nyawa yang lain," tegasnya.

Usman mengaku lebih setuju jika Ferdy Sambo diberi hukuman yang setimpal dan seadil-adilnya.

"Kalau sekarang ada 4-5 tersangka, menghilangkan 1 nyawa, apakah 5 tersangka itu harus dihukum mati semua? Apakah itu keadilan? belum tentu," ujar dia.

"Dalam perkara ini masih ada resiko bahwa di kemudian hari tidak terbukti," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim khusus (Timsus) Polri akan menggelar tes polygraph atau pemeriksaan dengan metode lie detector terhadap Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo dalam kasus kematian Brigadir J.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan pemeriksaan terhadap kedua tersangka itu bakal dilakukan pada Rabu (7/9) mendatang. 

Jenderal bintang dua itu mengatakan pihaknya juga menjadwalkan tes dengan metode yang sama terhadap asisten rumah tangga Ferdy Sambo, Susi yang saat ini sebagai saksi.

Brigjen Andi mengatakan pemeriksaan dengan metode itu guna menguji kejujuran para tersangka dan saksi saat memberikan keterangan dalam kasus kematian Brigadir J.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: