Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Din Syamsuddin Minta Pemerintah Hentikan Bangun Infrastruktur, Denny Siregar: Infrastruktur Itu Wujud Nyata Pak, Bisa Bangkitkan...

Din Syamsuddin Minta Pemerintah Hentikan Bangun Infrastruktur, Denny Siregar: Infrastruktur Itu Wujud Nyata Pak, Bisa Bangkitkan... Kredit Foto: YouTube/2045 TV
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti pernyataan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin terkait keputusan pemerintah yang resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut ditanggapi Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Denny Siregar menyanggah pernyataan terkait infrastruktur itu.

Baca Juga: Ucapan Jokowi Diungkit Soal Negara Maju yang Harus Utamakan Pendidikan Bukan Infrastruktur, Elite Demokrat: Sekarang Justru Jor-joran!

Menurut Denny Siregar, infrastruktur merupakan hal yang nyata sekaligus bisa menjadi daya bangkit ekonomi.

"Profesor sekelas pak Din ini yang saya bingung. Subsidi BBM itu dibakar pak, hilang sia2. Tapi infrastruktur itu wujudnya nyata, bisa bangkitkan ekonomi sekitar," tutur Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya, Senin (5/9).

Lanjut, Denny Siregar juga mengherankan pernyataan Din Syamsuddin terkait infrastruktur itu.

"Lha saya yg geblek ini bisa jawab gitu, masa pak Prof gak bisa?," pungkas Denny Siregar.

Sementara itu, pernyataan dari Din Syamsyuddin itu seiring dengan adanya kebijakan Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, hingga Pertamax. Diikuti dengan harga-harga kebutuhan pokok membumbung tinggi.

Dikutip dari RMOL, Din Syamsuddin mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM sudah pasti juga diikuti oleh kenaikan harga bahan pokok.

"Sudah dapat dipastikan kenaikan harga BBM akan diikuti oleh kenaikan biaya transportasi dan harga bahan-bahan pokok. Jika ini terjadi maka rakyat akan semakin sengsara, dan sulit untuk bangkit pascapandemi," tutur Din Syamsuddin.

"Kebijakan baru ini menunjukkan secara nyata bahwa Pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah rezim yang tidak pro rakyat, tidak peduli terhadap rakyat, dan abai terhadap amanat penderitaan rakyat," tambah Din Syamsuddin.

Baca Juga: Nah Loh! Harga BBM Naik Banyak yang Mencak-mencak, Denny Siregar: Bersikaplah Seperti Perokok...

Kemudian, menurutnya, pemerintah bisa saja menunjukkan kepedulian itu dengan menghentikan proyek infrastruktur.

"Sebenarnya kalau Pemerintah bersimpati dan peduli terhadap rakyat, Pemerintah dapat menempuh cara-cara cerdas, seperti dengan menghentikan pembangunan infrastruktur yang memakan biaya tinggi tapi akhirnya banyak yang terbengkalai," tandas Din Syamsuddin.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Advertisement

Bagikan Artikel: