Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kasus Brigadir J Makin Sulit dan Kusut Gegara Komnas HAM Hidupkan Lagi Isu Pelecehan Seksual

Kasus Brigadir J Makin Sulit dan Kusut Gegara Komnas HAM Hidupkan Lagi Isu Pelecehan Seksual Kredit Foto: Sigid Kurniawan
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat media sosial Rudi Valinka mengkritik perilaku Komnas HAM yang kembali meyakini adanya kejadian kekerasan seksual dalam pusaran kasus pembunuhan terhadap Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Rudi Valinka menilai kasus Brigadir J yang sederhana kini berubah semakin sulit dan kusut. Menurutnya, Komnas HAM seharusnya hanya bertugas merekomendasikan kasus pelanggaran HAM bukan yang lain.

Baca Juga: Sindir Anies, Robot Damkar DKI Kembali Disinggung: Menjelang Buang Hajat, Cuma Muncul Sekali Waktu Pameran..

Hal itu disampaikan Rudi Valinka dalam akun Twitter pribadinya, pada Jumat 2 September 2022.

"Dari kasus yg seharusnya sederhana malah sekarang menjadi makin sulit dan kusut. Komnas HAM overlap seharusnya dia hanya merekomendasikan kasus ini merupakan pelanggaran HAM atau bukan..," ujar Rudi Valinka.

"Rakyat jadi makin membuat imajinasi cerita dan teori konspirasi lagi. Kita sih jadi CAPEK," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan bahwa pembunuhan Brigadir J dilatarbelakangi oleh adanya kekerasan seksual yang dilakukan almarhum kepada istri Ferdy Sambo di Magelang.

Komisioner Komnas HAM M Beka Ulung Hapsara mengatakan kesimpulan itu diambil setelah melakukan analisa faktual saat rekonstruksi.

"Setelah analisa faktual Konstruksi peristiwa disampaikan terkait peristiwa kematian Brigadir J ekstra judical killing. Ada dugaan kekerasan seksual di Magelang menjadi latar belakang, terkait dengan perencanaan pembunuhan," ujar Beka seperti dikutip dari Channel YouTube salah satu TV Swasta.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: