Geram! Komnas HAM Hidupkan Lagi Isu Pelecehan Seksual ke Putri, Eks Kabareskrim: Tolonglah Nggak Usah Banyak Omong yang Bukan Porsinya

Geram! Komnas HAM Hidupkan Lagi Isu Pelecehan Seksual ke Putri, Eks Kabareskrim: Tolonglah Nggak Usah Banyak Omong yang Bukan Porsinya Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji mengaku geram mendengar pernyataan Komnas HAM yang menyebut adanya dugaan kekerasan seksual yang melatarbelakangi kasus pembunuhan Brigadir J.

Susno menyebut Komnas HAM selalu membuat gaduh masyarakat. Dia pun meminta Komnas HAM tidak usah banyak bicara.

Baca Juga: Komnas HAM Gaungkan Lagi Isu Pelecehan, Susno Duadji: Buktikan! Jangan Dengar Bisik-bisik Tetangga Langsung Dicatat..

"Jadi, yang saya perlu garis bawahi di sini, supaya masyarakat jangan gaduh, Komnas HAM tolonglah enggak usah terlalu banyak ngomong yang bukan porsinya dia, sampai masuk ranah penyelidikan, itu ranahnya Polri," ucap Susno Duadji. 

"Kalau semua penyidikan Polri dicampuri, orang bingung, yang didengar itu hasilnya Polri, yang sudah bekerja keras, sesuai standar hukum pembuktian. Atau hasilnya Komnas HAM, yang ngamati kayak penonton bola, terus buat," sambungnya. 

Dia pun mengaku heran Komnas HAM bisa menyimpulkan adanya kekerasan seksual padahal lembaga tersebut tidak pernah meminta visum maupun laboratorium forensik.

"Komnas HAM tidak punya laboratorium forensik, Komnas HAM tidak punya laboratorium digital, tidak pernah meminta visum, loh kok menyimpulkan gitu. Bahkan sampai ke konstruksi peristiwa, hebat bener, kapan dia menyimpulkan. Dia hanya membacakan BAP penyidik," ungkap Susno Duadji. 

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan bahwa pembunuhan Brigadir J dilatarbelakangi oleh adanya kekerasan seksual yang dilakukan almarhum kepada istri Ferdy Sambo di Magelang.

Komisioner Komnas HAM M Beka Ulung Hapsara mengatakan kesimpulan itu diambil setelah melakukan analisa faktual saat rekonstruksi.

"Setelah analisa faktual Konstruksi peristiwa disampaikan terkait peristiwa kematian Brigadir J ekstra judical killing. Ada dugaan kekerasan seksual di Magelang menjadi latar belakang, terkait dengan perencanaan pembunuhan," ujar Beka seperti dikutip dari Channel YouTube salah satu TV Swasta.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini