Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Komnas HAM Gaungkan Lagi Isu Pelecehan, Susno Duadji: Buktikan! Jangan Dengar Bisik-bisik Tetangga Langsung Dicatat..

Komnas HAM Gaungkan Lagi Isu Pelecehan, Susno Duadji: Buktikan! Jangan Dengar Bisik-bisik Tetangga Langsung Dicatat.. Kredit Foto: Antara
WE NewsWorthy, Jakarta -

Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji mengaku geram dengan Komnas HAM yang kembali menghidupkan narasi adanya dugaan kekerasan seksual dalam pembunuhan Brigadir J.

Susno meminta bukti jika memang ada dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Baca Juga: Istri Ferdy Sambo Ngotot Dilecehkan, Komnas Perempuan Ungkap Putri Ingin Akhiri Hidupnya: Kami Menemukan Petujuk, Penyidik Perlu..

"Dalam pembuktian untuk pelecehan seksual, tindak pidana asusila, tidak ada pembuktian terbalik. Jadi jangan menanya kepada keluarga atau Yosua 'buktikan bahwa kamu tidak berbuat', tidak begitu. Kalau memang dia berbuat asusila, buktikan," ujar Susno seperti dikutip dari Channel YouTube salah satu TV Swasta.

Susno juga meminta Komnas HAM tidak tergesa-gesa mengumumkan ke publik. Pasalnya, menurut dia, kesaksian seseorang belum tentu bisa dipercaya.

"Ternyata 'hanya' ada keterangan saksi, benar atau enggak, bohong atau enggak. Keterangan saksi, 1.000 orang pun itu enggak ada nilainya. Ini harus dipahami oleh Komnas HAM. Bisik-bisik tetangga jangan langsung dicatat, diumumkan. Akibatnya apa, kasus ini jadi perhatian nasional, gaduh," imbuhnya.

Dia meminta Komnas HAM tidak menyimpulkan soal kasus pembunuhan Brigadir J karena itu adalah tugas penyidik.

"Termasuk juga tidak ada penganiayaan. Apa dia (Komnas HAM) sudah nyidik ? apa dia sudah tahu visum? Biarlah penyidik yang menyimpulkan, lukanya berapa, visum bagaimana, baru disimpulkan," ujar dia.

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan bahwa pembunuhan Brigadir J dilatarbelakangi oleh adanya kekerasan seksual yang dilakukan almarhum kepada istri Ferdy Sambo di Magelang.

Komisioner Komnas HAM M Beka Ulung Hapsara mengatakan kesimpulan itu diambil setelah melakukan analisa faktual saat rekonstruksi.

"Setelah analisa faktual Konstruksi peristiwa disampaikan terkait peristiwa kematian Brigadir J ekstra judical killing. Ada dugaan kekerasan seksual di Magelang menjadi latar belakang, terkait dengan perencanaan pembunuhan," ujar Beka seperti dikutip dari Channel YouTube salah satu TV Swasta.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menambahkan kekerasan seksual itu terjadi saat Ferdy Sambo tidak ada.

"Saat FS tidak berada di Magelang (peristiwa kekerasan seksual)," pungkasnya.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: