Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kuat Maruf Keciduk Tertawa Saat Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Tokoh NU: Bandit Berdarah Dingin Sempat-sempatnya Ketawa..

Kuat Maruf Keciduk Tertawa Saat Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Tokoh NU: Bandit Berdarah Dingin Sempat-sempatnya Ketawa.. Kredit Foto: Suara.com
WE NewsWorthy, Jakarta -

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Umar Syadat atau yang akrab dipanggil Gus Umar menyoroti sopir pribadi Irjen Ferdy Sambo, Kuat Maruf yang terciduk ketawa lepas saat mengikuti proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.

Gus Umar mengaku tidak habis pikir dengan Kuat yang masih bisa tertawa terbahak-bahak.

Baca Juga: Heran, Pertalite Belum Naik, Harga Pertamax Turbo Cs Justru Turun: Loh? Asem Kena Prank..

Hal itu disampaikan Gus Umar lewat akun Twitter pribadinya, pada Kamis 1 September 2022.

"Kuwat ini bandit berdarah dingin sempat2nya ketawa saat rekontruksi," ujar Gus Umar.

Seperti diketahui, Kuat Maruf merupakan sosok sopir pribadi istri mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Sebagai sosok yang cukup dekat dengan sang otak pembunuhan, Kuat Ma'ruf pun berperan dalam kasus Brigadir J.

Diduga, Kuat Ma'ruf membantu Ferdy Sambo dalam pembunuhan berencana tersebut. Sementara itu, dia juga diuga menjadi saksi hidup atas tewasnya sang ajudan.

Selasa lalu, Kuat Ma'ruf pun dipertemukan dengan keempat tersangka lainnya guna melakoni rekonstruksi yang digelar Polri. Terekam dalam sebuah video singkat milik akun TikTok @asw_113u, momen Kuat Ma'ruf yang tengah beristirahat.

Sosoknya pun nampak duduk bersama salah satu tersangka lainnya. Kala itu, Kuat Ma'ruf mengikuti rekonstruksi dalam balutan baju tahanan.

Tak berselang lama, Kuat Ma'ruf pun terkekeh. Saking keras gelak tawanya, bahkan tubuhnya pun bergerak ke arah samping.

Kendati tak semua tawa Kuat Ma'ruf terlihat lantaran masker yang dikenakannya, namun gestur tersebut nampak begitu jelas. Hal ini pun disebut sang pemilik video sebagai momen Kuat Ma'ruf yang masih dapat bersantai hingga terkekeh.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: