Ferdy Sambo Jalani Rekonstruksi Pakai Baju Tahanan, Gus Umar: Pelajaran Hidup Jika Punya Kuasa Jangan Sombong dan Semena-mena..

Ferdy Sambo Jalani Rekonstruksi Pakai Baju Tahanan, Gus Umar: Pelajaran Hidup Jika Punya Kuasa Jangan Sombong dan Semena-mena.. Kredit Foto: Suara.com

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Umar Syadat atau yang akrab dipanggil Gus Umar menyoroti rekonstruksi pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo.

Gus Umar menilai dari kasus Ferdy Sambo bisa menjadi pelajaran hidup agar tidak sombong dan semena-mena saat karir meningkat.

Baca Juga: DPR Sebut Rekonstruksi Penembakan Brigadir J Transparan, Said Didu Nyeletuk: Dewan Perwakilan Rambo

Hal itu disampaikan Gus Umar lewat akun Twitter pribadinya, pada Selasa 30 Agustus 2022.

"Karir melesat cepat lalu jatuh terjerembab secepat kilat. Pelajaran hidup jika punya kuasa jangan mendongak keatas tp sering lihat kebawah agar hidup jgn sambo eh jgn sombong dan semena2," ujar Gus Umar.

Diketahui, rekonstruksi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J berisi 78 adegan. Adegan-adegan tersebut diperagakan oleh para tersangka pembunuhan Brigadir Yosua.

Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Andi Rian Djajadi Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengatakan, 78 adegan itu dilakukan di dua tempat, rumah pribadi dan rumah dinas Ferdy Sambo.

Menurut Andi, reka ulang atau rekonstruksi tersebut merupakan peristiwa di Magelang, Saguling dan Duren Tiga.

Kemudian di rumah Saguling sebanyak 35 adegan meliputi peristiwa pada tanggal 8 Juli 2022 dan setelah pembunuhan Brigadir J. Dan rumah Kompleks Polri Duren Tiga ada sebanyak 27 adegan, tempat terjadinya peristiwa pembunuhan Brigadir Yosua,” jelasnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini