Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Putri Candrawathi Belum Ditahan, Diduga Hal Ini jadi Alasannya...

Putri Candrawathi Belum Ditahan, Diduga Hal Ini jadi Alasannya... Kredit Foto: JPNN
WE NewsWorthy, Jakarta -

Putri Candrawathi, istri Irjen Pol Ferdy Sambo belum juga Ditahan meski sudah berstatus tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadr J.

Putri menyandang status tersangka setelah dinyatakan ikut terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sejak Jumat (19/8) lalu.

Baca Juga: Jelang Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Kuasa Hukum Bharada E Ungkap Kliennya Siap Bertemu Ferdy Sambo

Merespons ini, Wakil Ketua Komisi III dpr RI Desmond J Mahesa menduga, belum ditahannya Putri karena mempunyai anak yang harus mendapat perawatan dari orang tua.

“Kan ada dua hal ya kalau kita lihat dari aspek hukum, memang harusnya Ditahan. Tapi karena dia punya anak kecil, masa Ditahan sama anak kecil? ‘Kan juga hukum ‘kan bukan (untuk) itu,” kata Desmond di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/8/2022).

Tak dipungkiri, belum ditahannya Putri Candrawathi dalam kasus ini mendapat sorotan masyarakat luas. Publik menilai, polisi diskriminatif dalam penegakan hukum.

Dalam hal ini, publik membandingkan kasus Putri Candrawathi dengan almarhum Vanessa Angel pada 2020 lalu. Kala itu, Vaneesa Angel yang terjerat kasus kepemilikan narkoba, tetap Ditahan meski almarhum memiliki seorang bayi berusia empat bulan.

Menurut Desmond, polisi mengedepankan aspek kemanusiaan dalam kasus Putri Candrawathi. “Maka kita melihat ini ada sesuatu hal yang apa harus dijalankan secara hukum tapi ketika kita melihat dari aspek kemanusiaan terhadap si anak yah,” tandas Desmond.

Sebagaimana diketahui, Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Putri dijerat sebagai tersangka bersama empat orang lainnya, yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky, dan Kuat Ma’ruf.

Mereka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Kelima tersangka terancam hukuman maksimal, yakni hukuman mati.

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: