Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pertamina Tidak Efisien, Ekonom Senior Singgung Jokowi Sambil Semprot Ahok: Cuman Gede Bacot

Pertamina Tidak Efisien, Ekonom Senior Singgung Jokowi Sambil Semprot Ahok: Cuman Gede Bacot Kredit Foto: Istimewa
WE NewsWorthy, Jakarta -

Ekonom Senior Rizal Ramli menyinggung mengenai mayoritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak efisien, salah satunya adalah Pertamina.

Rizal Ramli menilai bahwa Pertamina tidak efisien, padahal pasarnya oligopolistik yang merupakan jenis pasar dimana jumlah produsen atau penjual lebih sedikit, tapi punya pembeli yang banyak.

Baca Juga: Berkedok BBM, Rapat Maraton Menteri Jokowi Dianggap Kamuflase: Skenario Terkait Harga Pertalite dan Solar

"Mayoritas BUMN tidak effisien. Pertamina, pasarnya oligopolistik, sangat tidak effisien (ineffisiensi 20%)," bebernya yang dikutip dari Twitter @RamliRizal, Sabtu (27/8).

Saat ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sejak November 2019, tapi tidak membuat langkah besar untuk menurunkan biaya.

Rizal Ramli meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mereformasi manajemen Pertamina, pemilihan Ahok pun disinggung hanya sebatas utang budi.

"Ahok cuman Gede Bacot tak lakukan langkah besar utk turunkan cost. Managemen Pertamina harus dikocok-ulang. Jangan hanya demi utang budi Jkw sama Ahok!" ujarnya.

Sementara itu, Jokowi telah memberi sinyal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, sejumlah menteri pun telah berkumpul melakukan pembahasan.

Sebelumnya, beberapa kali pemerintah mengeluh soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menanggung beban berat subsidi sebesar Rp501 triliun.

Sejumlah BBM non subsidi pun telah naik pada awal Agustus, Pertamax Turbo di DKI naik dari Rp16.200 per liter menjadi Rp17.900 per liter.

Dexlite naik dari Rp15.000 per liter menjadi Rp17.800 per liter, selanjutnya harga Pertamina Dex dari Rp16.500 per liter menjadi Rp18.900 per liter.

Penulis/Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: