Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Biasa Dapat Pujian, Pengacara Brigadir J Mendadak Dikritik Gegara Sentil Jokowi: Makin dapat Panggung Makin Kebablasan dan Muak

Biasa Dapat Pujian, Pengacara Brigadir J Mendadak Dikritik Gegara Sentil Jokowi: Makin dapat Panggung Makin Kebablasan dan Muak Kredit Foto: Instagram.com/kamaruddinsimanjuntaksh
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat media sosial Yusuf Dumdum menyoroti pernyataan pengacara Brigadir J atau Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, yang mengatakan bahwa hukum di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) paling rusak.

Yusuf Dumdum mengaku sudah muak dengan pengacara Brigadir J karena setelah mendapat panggung kini semakin kebablasan.

Baca Juga: Bak Benci Ajudannya, Ferdy Sambo Tak Minta Maaf ke Keluarga Brigadir J: Tidak Masalah, yang Penting Dia Dihukum Seadil-adilnya!

Hal itu disampaikan Yusuf Dumdum lewat akun Twitter pribadinya, dikutip pada Jumat 26 Agustus 2022.

"Awalnya respek sama orang ini. Tapi makin dpt panggung makin kebablasan dan muak. Stelah kadrun numpang kasus KM 50, kini muncul "pasal salawi" semua salah Jokowi," ujar Yusuf Dumdum.

"Ngomong ngalor ngidul kritik soal infrastruktur yg gak ada kaitannya dg kasus yg ditangani. Angel wes," pungkasnya.

Sebelumnya, pernyataan Kamaruddin Simajuntak menjadi perhatian kembali, namun kali ini sejumlah netizen geram akan hal itu.

Dirinya blak-blakan mengatakan hukum paling rusak di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

“Jadi ini bukan negara hukum lagi, negara otoriter, negara kekuasaan. Rusak sudah bumi ini. Pokoknya di tangan Jokowi, hukum paling rusak di era beliau,” ucapnya pengacara Brigadir Joshua alias Brigadir J itu.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: