Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Buntut Rencana Kenaikan Harga Pertalite, Susi Pudjiastuti Minta PNS Dikurangi, Pemerintah Disindir: Mereka Nyaris Tidak Peduli

Buntut Rencana Kenaikan Harga Pertalite, Susi Pudjiastuti Minta PNS Dikurangi, Pemerintah Disindir: Mereka Nyaris Tidak Peduli Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
WE NewsWorthy, Jakarta -

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyinggung mengenai rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, pertalite dan solar yang akan diumumkan Presiden Joko Widodo minggu depan.

Beberapa pengamat memprediksi bahwa kenaikan harga BBM pertalite minimalakan naik 30 persen, yaitu menjadi Rp10 ribu per liter, sedangkan solar akan naik menjadi 8.000 per liter, ini lebih besar sekitar 55 persen.

Baca Juga: Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite, Beban Sri Mulyani Disorot: Saat ini Lebih Berat Dibandingkan...

Kenaikan harga pertalite dan solar akan berdampak pada masyarakat menengah ke bawah dari segi transportasi dan biaya operasional pedagang, bahan pangan pun akan terkena imbas.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal, jumlah orang miskin akan bertambah banyak jika pemerintah merealisasikan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Susi Pudjiastuti pun menyarankan agar pemerintah melakukan perbaikan dengan membubarkan lembaga atau komisi yang tidak perlu demi menghemat APBN, atau beberapa departemen bisa digabungkan (merger).

"PNS dikurangi 30% dlm 2 thn ke depan;mulai es 1,2,3 & staf. Kementrian dimerge bisa berkurang min. 4 sd 5 Kementrian. Pemerintah bisa hemat min.Rp 40T/ tahun."

"Berkurang orang berkurang anggaran program2 yg tidak esensial. Sehingga Infrastruktur penting tetap bisa tetap jalan," tambahnya yang dikutip dari Twitter @susipudjiastuti, Rabu (24/8).

Terkait pemberhentian atau rasionalisasi PNS harus disertai Golden Handshake, yaitu pesangon sisa gaji sampai dengan dana pensiun serta tunkin.

"Sperti yg sering kita saksikan bersama ibu @susipudjiastuti pemerintah yg oleh masyrakat di beri beban tanggung jawab mengelola segala sumber daya, untuk kesejahteraan masyarakat." 

"Mereka nyaris tidak peduli dengan dengan tanggung jawab tsbt.di tambh lgi ada pesanan kepntingan," cuit akun Twitter @ITA***.

Penulis/Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: