Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Eks Komisioner Kompolnas Heran Ferdy Sambo Bisa Jadi Kadiv Propam: Orang Kelainan Jiwa Kok Jadi Atasan, Pasti Ada Something Wrong

Eks Komisioner Kompolnas Heran Ferdy Sambo Bisa Jadi Kadiv Propam: Orang Kelainan Jiwa Kok Jadi Atasan, Pasti Ada Something Wrong Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
WE NewsWorthy, Jakarta -

Mantan Komisioner Kompolnas dr M Nasser mengaku heran Ferdy Sambo bisa angkat menjadi Kadiv Propam Mabes Polri.

Pasalnya, menurut dia tidak ada prestasi cemerlang yang diraih Ferdy Sambo namun kariernya justru melambung.

Baca Juga: Politisi Demokrat Minta Kompolnas Dibubarkan: Ngabisin Duit Rakyat Gak Ada Gunanya!

“Saya lihat dia (Khrisna) membina benar, tapi entah bagaimana bisa dia melambung,” ujar M Nasser seperti dikutip dari Channel YouTube salah satu TV Swasta.

M Nasser mengaku heran Ferdy Sambo yang kelainan jiwa bisa menduduki posisi Kadiv Propam Mabes Polri.

“Orang seperti ini kelainan jiwa kok bisa jadi polisinya polisi jadi atasan, ketika Kapolri lama memilih Sambo jadi Kadiv Propam perlu dipertanyakan, prestasinya apa? Kriterianya apa?," tambahnya.

Dia pun curiga ada sesuatu yang salah dalam struktural Mabes Polri.

"Ada sistem dan subsistem yang kurang sempurna, dan Kapolri sekarang ini lagi membenahi dari warisan yang tidak benar itu," jelas dia.

"Ada beberapa hal: masalah upeti, coba diperiksa baik-baik bagaimana dia bisa naik pangkat, pasti ada something wrong," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim khusus telah menetapkan empat tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang terjadi di rumah dinas mantan Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Keempat tersangka, yakni Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir RR alias Ricky Rizal, dan KM alias Kuwat. 

Kaporli Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Ferdy Sambo ditetapkan tersangka lantaran diduga sebagai pihak yang memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J. Sedangkan, KM dan Brigadir diduga turut serta membantu.

Listyo juga menyebut Ferdy Sambo berupaya merekayasa kasus ini dengan menembakan senjata HS milik Brigadir J ke dinding-dinding sekitar lokasi. Hal ini agar terkesan terjadi tembak menembak.

"Timsus menemukan peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang menyebabkan J meninggal dunia yang dilakukan saudara RE atas perintah saudara FS," ungkap Listyo di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022).

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: