Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Polisi yang Terlibat Insiden Duren Tiga Layak Dipecat dari Polri: Kejahatan yang Dilakukan Penegak Hukum

Polisi yang Terlibat Insiden Duren Tiga Layak Dipecat dari Polri: Kejahatan yang Dilakukan Penegak Hukum Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat media sosial Bachrum Achmadi menyebut polisi yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J layak dipecat dari Polri.

"Polisi yg terlibat dlm kasus Duren Tiga layaknya dipecat dr polri," ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Selasa (23/8/2022).

Baca Juga: Brigadir J Bantu Setrika Baju Anak FS di Magelang: Setan Apa yang Membuat Sambo Menembak?

Ia menyebut ini karena kasus yang menewaskan ajudan Irjen Ferdy Sambo itu merupakan persekongkolan jahat penegak hukum di Indonesia.

"Krn kasus duren tiga adalah persekongolan kejahatan yg dilakukan penegak hukum," ucapnya.

Tak hanya menembak dan membunuh hingga nyawa manusia hilang, tapi insiden itu membuat banyak drama yang dilakukan institusi kepolisian.

"Sudah membunuh, menghilangkan barang bukti, rusak TKP, dan buat skrenario. Benar-benar memalukan," imbuhnya.

Diketahui Polri telah menetapkan mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi sebagai tersangka. 

Polisi mengungkap peran Ferdy Sambo dan istrinya dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dalam kasus ini, Polri juga telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir Yosua. Di antaranya Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Kelima tersangka juga ditahan.

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: