Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Update Kasus Yoshua! Tim Forensik Tak Bisa Ungkap ini Melalui Autopsi, Pakar: Kita Tidak Tahu

Update Kasus Yoshua! Tim Forensik Tak Bisa Ungkap ini Melalui Autopsi, Pakar: Kita Tidak Tahu Kredit Foto: Antara/Wahdi Septiawan
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pakar hukum tata negara Refly Harun menyoroti perkembangan terbaru kasus pembunuhan Brigadir Yoshua atau J yaitu mengenai hasil autopsi ulang.

Tim kedokteran forensik gabungan telah selesai melakukan autopsi ulang jasad Brigadir Yoshua, dan hasilnya akan diserahkan pada Bareskrim Polri.

Baca Juga: Tangani Kasus Sambo, Ahli Hukum Tagih Mahfud MD Soal Kasus KM 50: Nyawanya Dianggap Gratis, Karena?

"Perkembangan hari ini adalah pengumuman autopsi, dan sebenarnya autopsi hanyalah mengkonfirmasi rumor yang selama ini beredar, terutama mengenai tembakan yang mematikan," ujar Refly.

Selama ini diketahui bahwa tembakan yang menyebabkan kematian Brigadir J yaitu pada kepala belakang serta dada kiri, pelakunya pun belum jelas.

"Tadi tembakan mematikannya itu di dada kiri dan di kepala belakang, entah siapa pelakunya, apakah tembakan Bharada E ataukah tembakan Sambo," ucapnya yang dikutip dari YouTube Refly Harun, Senin (22/8).

Namun, ada versi yang menyebutkan bahwa tembakan pada kepala Yoshua dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, dan bukan Bharada E.

"Yang jelas ada versi yang mengatakan kalau tembakan ke kepala itu adalah tembakan Sambo, tapi kita tidak tahu nanti lihat hasil persidangan nanti kedepannya," ujarnya.

Terkait dengan autopsi ulang, tim forensik tidak bisa memastikan siapa yang melakukan tembakan mematikan, serta arah tembakan pun sudah berubah.

"Sementara dokter tim atau tim forensik itu tidak bisa memastikan siapa yang menembak, bahkan arah tembakannya pun sudah agak berubah, katanya karena kondisi jenazah yang sudah berubah setelah autopsi pertama dan setelah dikuburkan," pungkasnya.

Penulis/Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: