Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mahfud MD Tegaskan Soal Sikap Anti Perbedaan di Hari Korban Terorisme, Sigit Widodo: Bukan Saatnya Lagi Sekadar Terima Perbedaan

Mahfud MD Tegaskan Soal Sikap Anti Perbedaan di Hari Korban Terorisme, Sigit Widodo: Bukan Saatnya Lagi Sekadar Terima Perbedaan Kredit Foto: Instagram/sigitwid
WE NewsWorthy, Jakarta -

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo menyoroti pernyataan dari Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD soal mewaspadai radikalisme yang menjadi dasar terorisme. Salah satunya terkait bentuk sikap anti perbedaan.

Hal tersebut ditanggapi oleh Sigit Widodo melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitan di akun Twitternya, Sigit Widodo sepakat dengan pernyataan Mahfud MD yang menegaskan terkait sikap anti perbedaan.

Baca Juga: Sedep! Briptu D Raup Rp4,4 Miliar Usai Jadi Calo Penerimaan Anggota Polisi, Said Didu: Pak Kapolri yang Terhormat...

Sigit Widodo mengungkapkan bahwa sikap anti perbedaan itulah yang menjadi bibit tumbuhnya radikalisme.

"Setuju dengan Prof. @mohmahfudmd, sikap anti-perbedaan memang awal dari radikalisme," ujar Sigit Widodo melalui akun Twitter pribadi miliknya pada pada Senin (22/8).

Lanjut, Sigit Widodo juga menegaskan bahwa perbedaan bukanlah hanya sekadar diterima. Namun juga perlu adanya bentuk apresiasi dengan merayakan perbedaan itu.

"Sebagai bangsa yang bhineka, bukan saatnya lagi kita sekedar menerima perbedaan. Kita harus merayakan perbedaan di antara anak bangsa," tandas Sigit Widodo.

Sementara itu, Mahfud MD menegaskan bahwa adanya tiga cabang dari radikalisme. Yang pertama, bentuk sikap-sikap anti perbedaan. Bentuk radikalisme kedua, yakni bentuk wacana mempengaruhi mindset untuk mengubah dasar ideologi dan konstitusi negara.

Baca Juga: Isu Utang Rp50 Miliar Sengaja Dihembuskan, Rocky Gerung Ungkap Ada Campur Tangan Presiden Jokowi

Penulis/Editor: Irania Zulia

Advertisement

Bagikan Artikel: