Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Isi Mobil Pakai Pertalite, Musni Umar Ngaku Gaji Rektor Kecil, Netizen Makin Gemes: Tebal Muka, Kok Nggak Malu Ya?

Isi Mobil Pakai Pertalite, Musni Umar Ngaku Gaji Rektor Kecil, Netizen Makin Gemes: Tebal Muka, Kok Nggak Malu Ya? Kredit Foto: Fajar.co.id
WE NewsWorthy, Jakarta -

Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar diledek habis-habisan oleh para netizen gara-gara mengeluhkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang langka. Diketahui Musni hendak mengisi mobilnya dengan Pertalite.

Sebagai seorang rektor, Musni dianggap tak seharusnya ikut menikmati BBM bersubsidi itu. Karena, sasaran BBM bersubsidi hanya untuk kalangan menengah ke bawah.

Merespons hujatan netizen, Musni mengatakan bahwa sebagai rektor dirinya juga berhak menggunakan BBM bersubsidi. Sebab menurutnya gaji seorang rektor tidak terlalu besar.

"Saya mengabdi untuk mencerdaskan bangsa. Sebagai akademisi dan rektor wajar pakai BBM Pertalite, sebab gaji dosen termasuk rektor tidak besar," kata Musni melalui akun Twitternya dikutip pada Kamis (18/8/2022).

Musni menegaskan, dirinya tidak secara rutin setiap hari menggunakan mobil pribadi. Biasanya, Musni mengaku pergi ke kantor menggunakan kendaraan umum.

"Waktu-waktu tertentu saja saya menggunakan mobil pribadi. Selebihnya naik MRT dan Transjakarta. Terima kasih saya dianggap kaya semoga sebagai doa," ungkapnya.

Tak puas dengan jawaban itu, netizen kembali mengolok-olok Musni. Berikut adalah sejumlah komentar netizen pada cuitan Musni ini:

"Seketika memiskinkan dirinya sendiri karena dibully beli Pertalite, semoga miskin beneran, karena ucapan adalah doa," kata @Ahmadroja***.

"Berani tidak Mus menunjukkan pendapatanmu? Tapi kalau dasar mentalnya suka mengambil yang bukan haknya, ya tebal mukanya? Begitu keluargamu juga kok enggak malu ya?," ucap @alex7gant***.

"Kalau orang mampu punya mobil dan orang kaya seharusnya sadar diri dong jangan pakai Pertalite, karena Pertalite untuk rakyat yang tak mampu. Karena zaman sekarang yang mampu masih pakai Pertalite, nah sifat macam inilah harus diobati dengan sadar diri," ujar @Matjoh***.

"Pakainya Pertalite tapi protes Pertamax naik," tulis @Toni7***.

"Teramat sangat disayangkan sebagai prosesor tweet Anda tidak mencerminkan mendidik kepribadian yang tangguh untuk generasi penerus, tangguh menghadapi tantangan, dan tangguh memikirkan solusinya," ungkap @8Kaaang_Di***.

"Jabatanmu Mus rektor, anda tidak layak disebut golongan warga kurang mampu penerima subsidi atau standar penggajian di UIC tidak memenuhi UMR DKI atau ente ini hanya miskin hati dan akal saja," kata @BossToukee***.

Penulis/Editor: Khoirur Rozi

Advertisement

Bagikan Artikel: