Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gak Nyangka! Perkara Genk Sambo, Said Didu Pecahkan Indikasi Menarik: Meredupnya BuzzerRp dan Ada Capres yang...

Gak Nyangka! Perkara Genk Sambo, Said Didu Pecahkan Indikasi Menarik: Meredupnya BuzzerRp dan Ada Capres yang... Kredit Foto: Instagram/Said Didu
WE NewsWorthy, Jakarta -

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti indikasi soal 'Genk Sambo' dalam ppembunuhan oleh Irjen Ferdy Sambo terhadap Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Hal itu ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu menyinggung kabar yang berseliweran soal 'Genk Sambo'.

Baca Juga: Perkara Harkat dan Martabat yang Dilukai, Natalius Pigai Bongkar 3 Kunci Motif Kasus Brigadir J: Saat Itu Sambo...

Said Didu menyebutkan ada beberapa hal seraya terungkapnya Genk Sambo, termasuk soal gerak gerik calon presiden (capres) 2024.

"Ada indikasi menarik dari terungkapnya Genk Sambo yaitu merudupnya Buzzerp dan ada Capres yg kegiatannya berkurang," ujar Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya, dikutip Rabu (17/8).

Sementara itu, terkait kasus Brigadir J, tim penyidik Polri telah memeriksa Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J pada Kamis (11/8).

Melalui Telekonferensi pers, Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan bahwa pemeriksaan tersebut berlangsung selama kurang lebih tujuh jam yang dimulai pada pukul 11.00 hingga 18.00 WIB di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Hari ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap FS setelah ditetapkan sebagai tersangka. Pemeriksaan FS di Mako Brimob sejak pukul 11.00 sampai 18.00 WIB," ungkap Andi Rian.

Kemudian, Andi Rian juga menuturkan hasil pemeriksaan tersebut.

Dari keterangan Andi Rian, Ferdy Sambo mengaku secara terang-terangan bahwa dirinya menghabisi nyawa Brigadir J dengan alasan terbakar emosi. Hal itu disebutnya karena perlakuan Brigadir J yang  yang melukai harkat dan martabat.

Baca Juga: Miris! Pegawai Alfamart Diancam UU ITE Gegara Pergoki Maling, Said Didu: Beginikah Nasib Orang Miskin Hadapi Orang Kaya?

"Di dalam keterangannya, tersangka FS menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya PC, yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang oleh almarhum Yoshua," ujar Andi Rian.

Lebih Lanjut, Andi Rian menegaskan bahwa rencana pembunuhan dimulai saat Ferdy Sambo memanggil Brigadir RR dan Bharada E.

"Kemudian, tersangka FS memanggil tersangka RR dan RE untuk merencanakan pembunuhan terhadap Yoshua," pungkas Andi Rian.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Advertisement

Bagikan Artikel: