Pakar Heran Ferdy Sambo Berkomplotan Bunuh Brigadir J: Seperti Menghadapi Orang yang Kuat..

Pakar Heran Ferdy Sambo Berkomplotan Bunuh Brigadir J: Seperti Menghadapi Orang yang Kuat.. Kredit Foto: Instagram/Refly Harun

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti motif pembunuhan Brigadir J yang disebut Asisten rumah tangga Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf karena berselingkuh dengan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Refly Harun menilai pengakuan Kuat Ma'ruf sangat janggal, karena motif duduk berdua berdekatan tidak setimpal dengan rencana pembunuhan.

Baca Juga: Nah Kan Ketauan.. LPSK Akui Pernah Dapat Tekanan dari Pejabat Polda untuk Lindungi Istri Ferdy Sambo Hingga Sogokan

Hal itu disampaikan Refly Harun dalam kanal Youtube pribadinya, dikutip pada Selasa 16 Agustus 2022.

"Katakanlah dia melihat bahwa J berdekatan dengan PC di sofa dan kemudian di kamar. Ini gak jelas, pengertian berdekatan itu kan not having sex (tidak berhubungan intim) tentunya kan," ujar Refly Harun.

Menurut Refly Harun, duduk berdekatan bukan berarti memiliki hubungan seperti ciuman dan lainnya.

"Karena kalau katakanlah intim seperti itu, kan gak mungkin Ma'ruf menegur langsung. Dan rasanya tidak mungkin Ma'ruf bisa langsung intervensi seperti itu. Kita tidak tahu berdekatan duduknya. Dia kan tidak bilang pelukan, ciuman, tapi dia bilang berdekatan," imbuhnya.

Jika pembunuhan berencana karena hal itu, menurut dia, Ferdy Sambo sangat kejam sekali.

"Maka, apakah iya Ferdy Sambo tiba-tiba tergerak untuk merencanakan pembunuhan? Kalau begitu, kejam sekali dia. Kejam sekali. Baru mendengar isu saja, dia sudah membunuh orang, kejam sekali," ujar dia.

Refly Harun juga mengaku heran dengan Ferdy Sambo yang harus berkomplotan untuk membunuh bawahan.

"Dia kan jenderal, dia tinggal panggil saja. Dia panggil Bharada E, dia panggil ini, semuanya. Kenapa dia harus berkonspirasi seperti akan menghadapi orang yang kuat, atasan, orang yang hebat, sehingga harus berkomplot?" ujar dia.

"Baik itu motifnya karena suka sama suka, perselingkuhan, maupun motifnya pelecehan, lalu tiba-tiba kesimpulannya bunuh. Luar biasa," imbuhnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mencatat terdapat total sementara 35 anggota Polri yang diduga tidak profesional mengusut kasus pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Hal itu, usai polisi memeriksa 63 anggota polisi. Dedi mengatakan anggota Polri yang diduga melanggar etik penanganan kasus Brigadir J terus bertambah. Tercatat, 35 anggota sudah dinyatakan melakukan ketidakprofesionalan.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini