Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Reformasi ABRI Gus Dur Disorot, Kini Polisi Malah Jadi Alat Politik Karena ini: Menonjol Sebagai...

Reformasi ABRI Gus Dur Disorot, Kini Polisi Malah Jadi Alat Politik Karena ini: Menonjol Sebagai... Kredit Foto: Ist
WE NewsWorthy, Jakarta -

Ekonom Senior Rizal Ramli menyinggung mengenai penghapusan dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indoensia (ABRI) pada masa Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Secara singkat dwifungsi ABRI yaitu ABRI tidak hanya menjalankan peran sebagai kekuatan pertahanan saja, namun juga sebagai pengatur negara.

Baca Juga: Di Bawah Komando Ferdy Sambo, 31 Anggota Polri Disebut Menghambat Kasus Brigadir J: ini Bukan Pelanggaran Etik Lagi, Tetapi...

Karena hal ini, banyak ABRI yang menduduki posisi pemerintah, dan konsep tersebut tumbuh pada masa orde baru, selanjutnya reformasi Gus Dur pun dijalankan.

Pada masa pemerintahan Gus Dur (1999-2001) dia telah memisahkan antara Polisi Republik Indonesia (Polri) dengan TNI, dan mencabut dwifungsi.

Sehingga militer aktif tidak bisa lagi menempati jabatan sipil serta ikut serta dalam kegiatan berpolitik, terlihat dari penghapusan fraksi TNI-Polri dari parlemen.

"Saat Gus Dur melakukan reformasi ABRI, termasuk memisahkan Polisi dari TNI: Polisi dharapkan netral, tidak main politik, jadi pengayom masyarakat," ungkap Rizal Ramli.

Namun, sekarang polisi semakin menjadi alat politik bagi kaum yang berkuasa, lantaran menonjol sebagai kekuatan yang memukul, bukan mengayomi masyarakat.

"Tapi makin kesini, Polisi semakin jadi alat politik yg berkuasa, semakin brangasan, menonjol sbg kekuatan pemukul bukan pengayom !" ucapnya yang dikutip dari Twitter @RamliRizal, Selasa (16/8).

Polisi disebut ibarat pistol, mereka bisa melakukan pencegahan tindak kriminal, atau bahkan melakukan tindak kriminal, bergantung dengan siapa yang menggunakannya.

"Alat ya gimana yg menggunakannya, pak, ibarat pistol dia buat lakukan tindakan kriminal atau mencegah tindakan kriminal, tergantung yg menggunakannya..." cuit akun Twitter @Pine***.

Penulis/Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: