Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Biaya Ganti Nama Rumah Sehat Dibebankan Kepada RSUD, Jubir PSI: Anggaran Dibuang untuk Hal Tak Bermakna

Biaya Ganti Nama Rumah Sehat Dibebankan Kepada RSUD, Jubir PSI: Anggaran Dibuang untuk Hal Tak Bermakna Kredit Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
WE NewsWorthy, Jakarta -

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sigit Widodo mengkritik kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang membebankan anggaran pengantian nama rumah sehat kepada pihak RSUD.

Menurut Sigit, sebagiknya anggaran yang dimiliki RSUD digunakan untuk hal yang lebih penting daripada untuk ganti nama.

“Apa tidak lebih baik anggaran RSUD digunakan untuk hal-hal yang lebih penting ketimbang dibuang-buang untuk sekedar ganti nama tanpa makna seperti ini, Pak Anies?,” kata Sigit melalui akun Twitternya, Rabu (10/8/2022).

Baca Juga: Polisikan PPSU Penganiaya Pacar, Anies Baswedan: Tidak Ada Ruang Bagi Kekerasan dan Pelecehan di Jakarta

Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengklaim penjenamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) jadi Rumah Sehat tak akan menambah beban pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI. Termasuk untuk perubahan logo, plang, dan dokumen lainnya disebut tak akan memakai APBD.

Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, anggaran yang dipakai hanya bersumber dari 31 RSUD yang dikenakan kebijakan ini. Ia menyebut tiap RSUD sudah memiliki anggaran masing-masing untuk kegiatan sarana dan prasarana.

"Proses penggantian logo rumah sehat untuk Jakarta sesuai anggaran masing-masing RSUD dan merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan sarpras di RS," ujar Ani saat dikonfirmasi, Selasa (9/8/2022).

Penulis/Editor: Khoirur Rozi

Advertisement

Bagikan Artikel: