Waduh! Jika Ingkar pada Perintah Pakai Hijab Bisa Sampai Batalkan Syahadat, Denny Siregar: Ya Syahadat Lagi, Kata Almarhum Gus Dur...

Waduh! Jika Ingkar pada Perintah Pakai Hijab Bisa Sampai Batalkan Syahadat, Denny Siregar: Ya Syahadat Lagi, Kata Almarhum Gus Dur... Kredit Foto: Instagram/Denny Siregar

Pegiat media sosial Denny Siregar menanggapi salah satu cuitan di media sosial Twitter soal ganjaran jika tidak patuh pada perintah memakai hijab.

Hal itu ditanggapi melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Denny Siregar menyebutkan bahwa hal itu tidak jadi masalah.

Baca Juga: Beredar Foto Percakapan Via WhatsApp Soal Ngemis-Ngemis Jadi Komisaris, Denny Siregar Beri Tanggapan Menohok: Gak Jelas!

Menurut Denny Siregar, soal syahadat, bisa dilakukannya syahadat lagi.

"Ya kalau batal, syahadat lagi...," ungkap Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya pada Kamis (4/8).

Kemudian, Denny Siregar juga kerap menuliskan soal perkataan dari Abdurrahman Wahid atau gus Dur.

"Kata almarhum Gus Dur, "Gitu aja kok repot..," imbuh Denny Siregar.

Sebelumnya, salah satu warganet dengan akun @DokterTasawur mengungkapkan soal perintah jilbab dan ganjaran dalam syariat Islam yang bakal diterima bagi orang yang tidak patuh.

"Memakai jilbab perintah Allahutaa'la dan Rosulnya,ganjaran paling pantas untuk yang tidak mematuhi perintah apalagi selain dosa besar bahkan bila sampai mengingkarinya bisa batal sahadatnya," tuturnya.

Sementara itu, mencuatnya kabar bahwa terdapat salah satu siswi negeri di SMAN 1 Banguntapan Bantul oleh Guru Bimbingan Konseling (BK) untuk mengenakan hijab di sekolah.

Terkait hal itu, Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY), siswi itu mengaku dipaksa memakai hijab sebagai salah satu bagian seragam wajib ketika Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Baca Juga: Roy Suryo Terkesan Buru-Buru Minta Maaf Usai Videonya Viral, Ferdinand Hutahaean: Keringet Dingin Nih Minggu Ini Mau Masuk Bengkel, Eh...

Koordinator AMPPY Yuliani yang selaku pendamping siswi menerangkan bahwa peristiwa bermula ketika siswi tersebut menjalani hari pertama MPLS tanggal 18 Juli 2022 dan siswi tersebut masuk tanpa mengenakan hijab.

Yuliani mengatakan bahwa ketidakmauan siswi tersebut atau belum mau memakai hijab adaah bagian dari hak asasi manusia.

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini