Soroti Hilangnya Pankreas Brigadir Yosua, Ahli Hukum: untuk Menghilangkan Jejak, Tetapi...

Soroti Hilangnya Pankreas Brigadir Yosua, Ahli Hukum: untuk Menghilangkan Jejak, Tetapi... Kredit Foto: Antara/Wahdi Septiawan

Ahli Hukum tata negara Refly Harun menyinggung mengenai pernyataan kuasa hukum keluarga Brigadir J bahwa pankreas Brigadir Yosua Hilang.

Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Nofrinasyah Yosua Hutabarat mempertanyakan organ pankreas Brigadir J yang hilang, berdasarkan autopsi ulang yang dilakukan di RSUD Sungai Bahar, Jambi.

Baca Juga: Kejanggalan Olah TKP Brigadir J Dipertanyakan, Padahal Sudah Diamankan Polisi, Ahli Forensik: Maka Ada Sesuatu

Jika memang organ pankreas Brigadir Yosua hilang, maka ini tentu menjadi persoalan, karena untuk apa organ ini dihilangkan, dan siapa pelakunya.

"Kalau memang pankreasnya hilang tentu harus dipersoalkan, kenapa pankreasnya hilang, siapa yang menghilangkannya," ujar Refly Harun.

Ini meruapakan kejahatan jika ada kesengajaan, bisa jadi juga sebagai upaya untuk menghilangkan jejak, namun hanya sekedar kemungkinan.

"Karena ini juga kejahatan kalau seandainya ada kesengajaan, terlepas kesengajaan itu, misal untuk menghilangkan jejak misal ya," ungkapnya.

Namun, menghilangkan organ tubuh manusia merupakan kejahatan dan masuk dalam tindak pidana, termasuk dalam kasus Brigadir Yosua terlepas dari alasannya.

"Tetapi tetap saja itu adalah menghilangkan organ orang dan itu merupakan sebuah tindak pidana," pungkasnya yang dikutip dari YouTube Refly Harun, Selasa (2/8).

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini