Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Said Didu Sebut Mahfud MD Adalah Profesor yang Tidak Sesuai dengan Etika Ilmuwan, Eh Langsung Diskakmat: Kaca Itu untuk Bercermin!

Said Didu Sebut Mahfud MD Adalah Profesor yang Tidak Sesuai dengan Etika Ilmuwan, Eh Langsung Diskakmat: Kaca Itu untuk Bercermin! Kredit Foto: Instagarm/Said Didu
WE NewsWorthy, Jakarta -

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dengan mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu saling adu argumen di media sosial Twitter.

Hal yang perdebatkan yakni soal islamophobia. Berawal dari Said Didu yang menanggapi pernyataan dari Mahfud MD yang mengungkapkan pendapatnya soal islamophobia.

Baca Juga: Tolak Mentah-Mentah Ajakan Gabung ke Anies Baswedan, Habib Husin: Anies Gagal di DKI, Apalagi Mau Pimpin Negeri Sebesar Ini?

Dalam akun Twitternya, Said Didu mengatakan bahwa soal islamophobia yang kerap disebut marak ada di Indonesia.

"Sudah terbantahkan, bhw Islamophobia memang ada di Indonesia dan sepertinya yg melakukan hal tsb dibiarkan oleh pemerintah," ungkap Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya, dikutip Jumat (29/7).

Kemudian, Said Didu juga kerap mengungkapkan argumennya kembali seraya membalas cuitan dari Mahfud MD.

Said Didu menuturkan soal Mahfud MD yang kerap memberikan satu julukan. Selain itu, Said Didu juga kerap menanggapi soal tanggapan-tanggapan dari Mahfud MD yang ditujukan pada dirinya.

"Prof @mohmahfudmd yth, terima kasih atas julukannya bhw "saya selalu salah". 1) Jika pernyataan Bpk tsb pernyataan sbg Professor sepertinya tdk sesuai dg etika ilmuwan. 2) jika pernyataan Bpk tsb sbg Menko sepertinya pernyataan tsb hanya cocok bagi pjbt di negara otoriter," tutur Said Didu.

Cuitan terakhir dari Said Didu dalam adu argumen tersebut mendapat perhatian salah satu warganet yang turut memberikan tanggapannya.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Advertisement

Bagikan Artikel: