Miris! Maling Uang Negara Justru Berkeliaran Bebas di Singapura, Ustadz Hilmi: yang Begini Harusnya Dilarang Masuk, Ah Sudahlah...

Miris! Maling Uang Negara Justru Berkeliaran Bebas di Singapura, Ustadz Hilmi: yang Begini Harusnya Dilarang Masuk, Ah Sudahlah... Kredit Foto: Twitter/@HIlmi28

Pendakwah Hilmi Firdausi atau dikenal Ustadz Hilmi menyoroti tersangka kasus maling uang rakyat, bos Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng yang kabur ke Singapura.

Hal tersebut ditanggapi oleh Ustadz Hilmi melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Ustadz Hilmi menyindir soal Singapura yang tidak mengizinkan Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk masuk ke dalam Singapura dengan alasan tertentu.

Baca Juga: Gondol Rp54 Triliun Langsung Kabur ke Singapura, Said Didu Ungkit Kasus UAS: Saat Singapura Tampung Koruptor Mereka Bisu, Makin Jelas...

Ustadz Hilmi juga mengatakan bahwa orang-orang yang seperti Apeng seharusnya dilarang masuk Singapura.

"Yg begini harusnya yg dilarang masuk Singapura…ah sudahlah," ungkap Ustadz Hilmi melalui akun Twitter pribadi miliknya pada Selasa (26/7).

Diketahui bahwa selain Apeng, ada beberapa nama lain yang terjerat kasus korupsi melarikan diri ke Singapura.

Seperti Hartawan Aluwi (buronan kasus Bank Century), Adelin Lis (kasus korupsi dan pembalakan liar), termasuk Sjamsul Nursalim yang terlibat kasus korupsi BLBI.

Tak hanya itu, Singapura juga kerap dijadikan tempat bersembunyi bagi para pengemplang pajak.

Dalam catatan Kementerian Keuangan, harta 7.997 wajib pajak bersembunyi di Singapura, dengan total mencapai Rp56,9 triliun. 

Sementara itu, terkait UAS dideportasi, Mendagri Singapura mengatakan bahwa UAS dianggap terkenal menyebarkan ajaran secara ekstremis yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

Tak hanya itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu pun mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Ali Mochtar Ngabalin yang kini menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia perihal UAS dideportasi. Ngabalin menyebut bahwa hal tersebut bukanlah urusan negara.

Baca Juga: Waduh! KPK Kecolongan Jemput Paksa Mardani Maming, Umar Hasibuan: Harun Masiku Jilid 2, Payah Nih...

Said Didu menerangkan bahwa betapa telah rusaknya pengelolaan negara yang tidak menjalankan amanat. Salah satunya yakni konstitusi.

"Betapa rusaknya pengelolaan negara yang tidak menjalankan amanat konstitusi. Jika suara istana seperti ini, kita sdh bisa bayangkan betapa rusaknya pengelolaan negara," ungkap Said Didu.

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini