Soroti Alibi Ferdy Sambo dalam Kasus Brigadir J, Pakar Sebut Satu Fakta Paling Penting, Simak!

Soroti Alibi Ferdy Sambo dalam Kasus Brigadir J, Pakar Sebut Satu Fakta Paling Penting, Simak! Kredit Foto: Polri

Pakar hukum tata negara Refly Harun menyinggung baku tembak yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Kronologi terjadinya peristiwa tersebut, dipicu dengan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo.

Baca Juga: Singgung Kasus Brigdir J, Ahli Soroti Satu Titik Soal Ferdy Sambo: Jarang Dibicarakan Orang, Yaitu..

Kemudian ajudan Ferdy Sambo, Bharada E melakukan perlawanan kepada Brigadir J, karena ada teriakan saat kejadian, sehingga baku tembak tak bisa dihindari.

"Kepala Biro Penerangan Umum Mabes Polri Ahmad Ramadhan yang mengatakan bahwa terjadi tembak menembak karena mau melecehkan, kemudian berteriak."

"Kemudian panik, kemudian didatangi oleh Bharada E, terjadilah tembak menembak, Bharada E berhasil lima peluru. Sementara tujuh peluru yang dimuntahkan Brigadir J tak satu pun yang mengenai," bebernya.

Kronologi tersebut tanpa ada kehadiran Sambo, karena dikatakan bahwa saat itu dia sedang melakukan tes PCR, sehingga keberadaannya dipertanyakan.

"Nah itu ceritanya dan itu tanpa kehadiran Ferdy Sambo. Karena Ferdy Sambo katanya pada saat itu sedang tes PCR, the question is tes PCR nya dimana," ungkapnya yang dikutip dari YouTube Refly Harun, Sabtu (23/7).

Lalu fakta lainnya yang harus menjadi perhatian adalah mengapa ketika melakukan tes PCR, Ferdy Sambo tidak didampingi Bharada E yang merupakan ajudannya.

"Kemudian fakta lain yang harus digaris bawahi adalah kok tidak disertai ajudan. Dan biasanya kalau sekelas Jenderal seperti itu bintang dua apakah iya tes PCR nya kemudian datang ke suatu tempat," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini