Tuh Kan! Prediksinya Tepat Soal Pemblokiran Google dan YouTube, Sigit Widodo: Banyak yang Protes, Saya Cuma Tersenyum Saja

Tuh Kan! Prediksinya Tepat Soal Pemblokiran Google dan YouTube, Sigit Widodo: Banyak yang Protes, Saya Cuma Tersenyum Saja Kredit Foto: Instagram/sigitwid

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo menyoroti klaim dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait Google dan YouTube yang sudah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Hal itu sebelumnya menjadi perbincangan hangat lantaran diketahui akan adanya pemblokiran.

Menanggapi hal tersebut, Sigit Widodo mengungkapkan dalam akun Twitter pribdi miliknya bahwa apa yang diprediksikan sebelumnya soal rencana pemblokiran itu ternyata memang tidak akan dilakukan.

Baca Juga: Muncul 3 Nama Sosok Pengganti Kadiv Propam, Sudarsono Saidi: Kalau Dari Institusi Polri Juga, Seperti Jeruk Diganti Jeruk!

Sigit Widodo seakan tertawa kecil lantaran pernyataan dari Kominfo soal pemblokiran itu yang tidak jadi dilakukan.

"Hi hi hi," ungkap Sigit Widodo melalui akun Twitter pribadi miliknya pada Jumat (22/7).

Sebelumnya, Sigit Widodo menuturkan bahwa dirinya tidak yakin terkait adanya pembelokiran. Sigit Widodo juga menyertakan alasannya.

"Nggak yakin bakal ada pemblokiran. Skenarionya ada dua; yang pertama Last minute PSE daftar, kedua Deadline dimundurkan dengan alasan PSE sedang melakukan proses pendaftaran. Kalau menurut kamu gimana, tuips? Mau ngajak taruhan, tapi takut diblokir. #eh," tutur Sigit Widodo.

Lanjut, menurut Sigit Widodo, selama masyarakat masih sangat tergantung pada PSE multinasional, termasuk pemerintah sendiri, yang dianggapnya sok tegas membuat hal itu perkara pemblokiran itu jadi tidak masuk akal.

"Sepakat orang Indonesia bisa membuat layanan seperti PSE-PSE itu, tapi kan nggak sim salabim jadi. Karena itu, harus ada kebijakan dan regulasi yang lebih pro pada pelaku industri lokal agar bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan multinasional," tambah Sigit Widodo.

Kemudian, Sigit Widodo juga menuturkan untuk jangan terlalu bermimpi punya semacam Baidu di Tiongkok, apalagi TikTok, yang mampu bersaing dengan layanan PSE asing.

"Betul kita punya Gojek, Tokopedia, dan Traveloka. Tapi bahkan aplikasi-aplikasi itu tidak akan berfungsi tanpa fitur-fitur dari Google. Untuk membuat aplikasi dan layanan buatan anak bangsa tumbuh, berkembang, dan digunakan secara luas, perlu ada birokrasi dan kebijakan yg berpihak pada perusahaan lokal," ungkap Sigit Widodo.

Faktanya, menurut Sigit Widodo seringkali pemerintah bahkan gagal menciptakan same playing field untuk PSE lokal dan PSE asing.

"Jadi, ketika kemarin beberapa kawan memprotes rencana Kominfo memblokir PSE-PSE asing, saya cuma tersenyum saja," ujar Sigit Widodo.

Baca Juga: Nah Lho.. Berseliweran Spekulasi Komnas Perempuan Soal Istri Ferdy Sambo, Sudarsono Saidi: Statement Prematur Adalah Bagian dari Kriminal!

Tak hanya itu, Sigit Widodo juga kerap menyatakan bahwa Kominfo seharusnya bermain cantik. Tidak perlu mengancam akan memblokir, dan mulai menemui perwakilan PSE-PSE itu yang ada di Indonesia.

"Ajak ngobrol baik-baik agar mereka mendaftar. PSE-PSE itu memang arogan kalau tidak mau daftar, tapi Kominfo tdk perlu ikut-ikutan arogan juga," pungkas Sigit Widodo.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani mengatakan bahwa Google telah mendaftarkan sejumlah platform atau layanannya.

"(Google) Mendaftarkan empat lagi tambahan. Sekarang mereka mendaftarkan YouTube, Search Engine, Playstore, dan Google Maps,” pungkas Semuel Abrijani.

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini