Gak Terima Izin ACT Dicabut, Musni Umar: Sejatinya Pemerintah Membina Bukan Membinasakan

Gak Terima Izin ACT Dicabut, Musni Umar: Sejatinya Pemerintah Membina Bukan Membinasakan Kredit Foto: Instagram/Musni Umar

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar tidak terima dengan keputusan Kementerian Sosial (Kemensos) yang mencabut ijin Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terkait adanya dugaan pelanggaran peraturan.

Menurut Musni Umar, sebaiknya pemerintah itu membina bukan justru membinasakan.

Baca Juga: Mustofa Nahra Beri Sindiran Menohok pada Denny Siregar: Kalau Makan Uang Bansos, Iblis Gak Geleng-geleng Kepala Kali Ya..

Hal itu disampaikan Musni Umar dalam akun Twitter pribadinya, pada Rabu 6 Juli 2022.

"Sejatinya pemerintah membina bukan membinasakan," ujar Musni Umar.

Sebelumnya, Kementerian Sosial mencabut ijin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) yang telah diberikan kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap(ACT) Tahun 2022. Pencabutan ini terkait adanya dugaan pelanggaran peraturan oleh ACT.

Pencabutan itu dinyatakan dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 133/HUK/2022 tertanggal 5 Juli 2022 tentang Pencabutan Izin ACT. Keputusan ini ditandatangani Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendi.

“Jadi alasan kita mencabut dengan pertimbangan karena adanya indikasi pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Sosial sampai nanti menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal baru akan ada ketentuan sanksi lebih lanjut,” kata Muhadjir dalam keterangannya dikutip Rabu (6/7/2022).

Berdasarkan ketentuan Pasal 6 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan berbunyi “Pembiayaan usaha pengumpulan sumbangan sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari hasil pengumpulan sumbangan yang bersangkutan”.

NW Discover

Terkait

Terpopuler

Terkini