ACT Berjanji Tidak Lagi Gunakan Dana Donasi untuk Operasional, Denny Siregar: Percaya?

ACT Berjanji Tidak Lagi Gunakan Dana Donasi untuk Operasional, Denny Siregar: Percaya? Kredit Foto: Instagram/Denny Siregar

Pegiat media sosial Denny Siregar menanggapi pernyataan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berjanji akan melakukan pembenahan dan tidak lagi menggunakan uang donasi masyarakat untuk dana operasional.

Denny Siregar mempertanyakan pengikutnya apakah percaya dengan janji ACT tersebut.

Baca Juga: Tebak Persamaan ACT dengan Anies Baswedan, Ferdinand Hutahaean: Sama-sama Tukang Bo..

Hal itu disampaikan Denny Siregar dalam akun Twitter pribadinya, pada Selasa 5 Juli 2022.

"PERCAYA????," ujar Denny Siregar.

Sebelumnya, Organisasi filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) dikabarkan terlibat dalam dugaan penyelewengan dana donasi yang melibat sejumlah petinggi. Hal itu terlihat dari gaji bulanan mantan pimpinan ACT yang mencapai Rp250 juta. Belum lagi, berbagai aset yang dibeli menggunakan uang ACT seperti mobil, rumah sampai lampu gantung.

Sedangkan pejabat di bawahnya, seperti senior vice president, beroleh upah sekitar Rp150 juta. Adapun vice president mendapat Rp80 juta per bulan. Di bawahnya, level direktur digaji sekitar Rp50 juta dan direktur mendapat Rp30 juta.

Presiden ACT, Ibnu Khajar mengatakan bahwa ACT hanya mencomot 13,7 persen dari dana yang dihimpun untuk dana operasional.

Hal tersebut didasarkan pada syariat dari lembaga amil zakat yang memperbolehkan mengambil seperdelapan atau 12,5 persen dari total dana untuk operasional.

Ibnu Khajar juga mengklarifikasi mengapa pihaknya mengambil hingga 13,7 persen dari dana yang dihimpun untuk operasional.

“Karena yang kami kelola bukan lembaga zakat, apalagi yang dikelola adalah dari donasi umum, ada dari masarakat, CSR dan ada kerja sama dengan lembaga amal zakat” ungkapnya.

NW Discover

Terkait

Terpopuler

Terkini