Soal Holywings, KNPI Haris Pertama: Ternyata Para BuzzerRp Hobi Membela Penista Agama

Soal Holywings, KNPI Haris Pertama: Ternyata Para BuzzerRp Hobi Membela Penista Agama Kredit Foto: Okezone

Ketua KNPI Haris Pertama menyentil pasukan buzzeRp yang disebut hobi membela penista agama.

Haris Pertama tak terima kasus Holywings dibela yang padahal melakukan isu SARA.

Baca Juga: Holywings di Jakarta Ditutup Anies, Musni Umar: Karyawan Sebaiknya Tidak di PHK

Hal itu disampaikan Haris Pertama dalam akun Twitter pribadinya, pada Rabu 29 Juni 2022.

"Ternyata para BuzzerRP hobi membela penista agama ya. Holywings yang kalian bela. DASAR LAKNAT," ujar Haris Pertama.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings di Jakarta. Pencabutan izin usaha itu berkaitan dengan temuan sejumlah pelanggaran.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Pertama mengungkapkan 12 outlet Holywings di Jakarta menjual minuman beralkohol, padahal izin usaha gerai-gerai tersebut bukan untuk menjual minuman beralkohol.

“Hasil penelitian dan pemeriksaan dokumen perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) serta pemantauan lapangan, beberapa outlet Holywings Group yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta terbukti ditemukan beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi,” kata Andhika dikutip dari ppid.jakarta.go.id, Selasa (28/6).

Andika menyebut Holywings seharusnya memiliki sertifikat standar KBLI 56301 karena menjual menjual minuman beralkohol dan non-alkohol untuk makan di tempat.

Sementara sertifikat yang dimiliki Holywings, lanjut Andika, adalah KBLI 47221, dimana dengan kepemilikan izin tersebut hanya diperbolehkan menjual minuman beralkohol untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat.

Selain itu, ia mengatakan 5 dari 12 outlet Holywings di Jakarta juga tidak memiliki izin untuk menjual minuman beralkohol baik untuk dibawa pulang maupun diminim di tempat.

“Dari 7 (Tujuh) outlet memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) KBLI 47221, bahkan ada 5 outlet lainnya tidak memiliki surat tersebut,” tutur Andhika.

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Terkini