Nggak Setuju Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Said Didu: yang Nikmatin Mayoritas Orang Miskin Tapi Dipersulit

Nggak Setuju Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Said Didu: yang Nikmatin Mayoritas Orang Miskin Tapi Dipersulit Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu menyoroti kebijakan pemerintah terkait pembelian minyak goreng curah dengan aplikasi PeduliLindungi dan NIK.

Menurut Said Didu, kebijakan itu tidak adil buat rakyat. Ia lantas membandingkan Biosolar yang disubsidi pemerintah bebas dibeli siapa saja tanpa syarat dan ketentuan.

Baca Juga: Beli Migor Pakai PeduliLindungi, Pengamat Khawatir Aplikasi Ini Jadi Alat Kontrol Pemerintah Terhadap Rakyat: Berpotensi Kebablasan!

"Kebijakan ini tdk adil. Biosolar boleh dibeli siapa saja dan tidak terbatas padahal disubsidi sekitar Rp12 ribu per liter, sudah habiskan lebih Rp100 trilyun dan yang menikmati adalah orang kaya," kata Said Didu di akun Twitter pribadinya dikutip pada Sabtu (25/6/2022).

Sebaliknya, Said Didu mengatakan, minyak goreng curah yang notabene banyak diperlukan orang miskin justru dipersulit pemerintah.

"Sementara minyak goreng tidak disubsidi dan yang nikmati mayoritas orang miskin tapi dipersulit," ucapnya.

Diketahui, Pemerintah akan memulai sosialisasi penggunaan PeduliLindungi dalam sistem pembelian minyak goreng curah mulai pekan depan, Senin (27/6/2022).

Bagi mereka yang belum memiliki aplikasi PeduliLindungi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, mereka tetap bisa membeli dengan menunjukkan NIK.

"Sementara masyarakat yang belum punya PeduliLindungi tidak perlu merasa khawatir, karena masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK untuk bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi (HET)," katanya lewat keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/6/2022).

NW Discover

Terkait

Terpopuler

Terkini