Arief Poyuono Sindir Kebijakan Beli Migor Pakai PeduliLindungi dan NIK, "Kayak Negara Miskin, Antre Bawa KTP"

Arief Poyuono Sindir Kebijakan Beli Migor Pakai PeduliLindungi dan NIK, "Kayak Negara Miskin, Antre Bawa KTP" Kredit Foto: Twitter/Arief Poyuono

Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN (FSP BUMN) Bersatu, Arief Poyuono menyindir kebijakan pemerintah terkait pembelian minyak goreng curah dengan aplikasi PeduliLindungi dan NIK.

Menurut Arief, kebijakan itu seperti terjadi di negara miskin. Masyarakat antre membeli minyak goreng sembari menunjukkan KTP.

"Kayak negara Miskin ya. Beli minyak goreng antre bawa KTP," ucap Arief di akun Twitter pribadinya pada Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga: Beli Migor Pakai PeduliLindungi, Pengamat Khawatir Aplikasi Ini Jadi Alat Kontrol Pemerintah Terhadap Rakyat: Berpotensi Kebablasan!

Arief lantas menyinggung soal Indonesia yang telah menjadi negara G20, yang notabene beranggotakan negara dengan kekuatan ekonomi maju dan berkembang.

"Katanya sudah jadi negara G20," kata Arief sembari men-tag akun Twitter Presiden Joko Widodo. 

Diketahui, Pemerintah akan memulai sosialisasi penggunaan PeduliLindungi dalam sistem pembelian minyak goreng curah mulai pekan depan, Senin (27/6/2022).

Bagi mereka yang belum memiliki aplikasi PeduliLindungi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, mereka tetap bisa membeli dengan menunjukkan NIK.

"Sementara masyarakat yang belum punya PeduliLindungi tidak perlu merasa khawatir, karena masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK untuk bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi (HET)," katanya lewat keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/6/2022).

NW Discover

Terkait

Terpopuler

Terkini