Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bela Anies yang Lagi Dihantam Isu Politik Identitas, Refly Harun: Identitas Keagamaan Boleh Saja, yang Nggak Boleh Itu...

Bela Anies yang Lagi Dihantam Isu Politik Identitas, Refly Harun: Identitas Keagamaan Boleh Saja, yang Nggak Boleh Itu... Kredit Foto: Khoirur Rozi
WE NewsWorthy, Jakarta -

Serangan isu politik identitas semakin menguat menyerang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Hal ini tidak mengherankan mengingat nama Anies digadang-gadang akan maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Terkait hal itu, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan, serangan terhadap Anies itu dikaitkan dengan Pilkada DKI Jakarta 2017 silam. Kala itu, Anies dianggap menggunakan sentimen agama untuk memenangkan pemilihan.

Baca Juga: Refly Harun Duga PDIP Ogah Koalisi dengan PKS dan Demokrat Karena Masalah Ini

"Makin ke sini makin banyak serangan kepada Anies, utamanya selalu dikaitkan dengan Pilkada DKI 2017. Seolah-olah orang tidak bisa move on dari sana. Seperti dosa jariyah," kata Refly di kanal YouTube pribadinya dikutip pada Sabtu (25/6/2022).

Menurut Refly, penggunaan politik identitas sebetulnya sah-sah saja, atau tidak bermasalah. Namun, yang tidak boleh digunakan menurutnya adalah isu SARA untuk menyerang lawan politik.

"Politik identitas its ok, yang tidak boleh adalah SARA. Jadi yang tidak boleh itu SARA digunakan untuk menyerang pihak lain. Tapi kalau kita mengungkapkan identitas sendiri, why not? Enggak ada masalah," jelasnya.

Penggunaan politik identitas baginya sah-sah saja selama mematuhi koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

"Jangan salah kaprah seolah-olah identitas keagamaan sama sekali tidak boleh dipakai dalam berpolitik. Enggak begitu," ucapnya.

Penulis/Editor: Khoirur Rozi

Advertisement

Bagikan Artikel: