Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Novel Bamukmim Terdiam saat Fakta Tentang Timnas Israel Diungkap, Terjadi Sebelum Gaduh Piala Dunia U-20

Novel Bamukmim Terdiam saat Fakta Tentang Timnas Israel Diungkap, Terjadi Sebelum Gaduh Piala Dunia U-20 Kredit Foto: Instagram/Novel Bamukmin
WE NewsWorthy, Jakarta -

Novel Bamukmin terdiam saat fakta mengenai tim nasional (Timnas) Israel diungkap pemerhati sepak bola Akmal Marhali yang terjadi sebelum kegaduhan Piala Dunia U-20.

Dalam talkshow bertajuk Catatan Demokrasi yang disiarkan TV One, Novel Bamukmin terlihat sangat tegas menolak kehadiran Timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang tadinya akan diselenggarakan di Indonesia.

Baca Juga: Netizen Kena Getah Polemik Rp349 T, Kini Arteria Tak Hanya Intimidasi Mahfud MD, Said Didu: Iblis Pun Akan Diancam

Untuk diketahui, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin dihadirkan sebagai salah satu tamu untuk memberi pernyataan terkait isu penolakan Israel di ajang Piala Dunia U-20. 

Ia secara tegas mendukung sikap sejumlah pihak yang menolak kedatangan Israel di ajang Piala Dunia U-20. Menurutnya ini tentang kemanusiaan terutama nasib umat Islam di Palestina.

Ia menyebut bila mempersilahkan kehadiran Israel berarti sama saja mendukung aksi-aksi keji Israel selama ini di tanah Palestina.

"Mendatangkan timnas Israel sangat berbahaya, gelaran ini bisa digelar tapi ada pengecualian Israel ga ikut berlaga di Indonesia. Mendatangkan Israel sama saja mendukung tindakan pembunuhan yang dilakukan Israel di Palestina, ini sangat berbahaya. Ini soal rasa kemanusiaan bukan agama," ungkapnya seperti dikutip dari channel YouTube tvOneNews, Kamis (30/3/2023).

Merespons hal itu pemerhati sepak bola Akmal Marhali membeberkan sejumlah fakta mengenai kehadiran Israel di tanah air yang tak seramai menyikapi timnasnya di Piala Dunia U-20. Penjelasan itupun membuat Bamukmin akhirnya kicep alias tak mampu berkata-kata. 

"Sepak bola punya aturan sendiri yang namanya law of the game, kemudian kalo pak Novel Bamukmin belum ngeh adanya atlet asal Israel yang berlaga di Indonesia, wong baru kemarin Februari itu ada kok atlet Michael Yakovlev di Velodrome. Kemudian Januari ada atlet menembak dari Israel, kemudian ada juga di panjat tebing," ungkapnya.

Tak cuma itu, Akmal juga menjelaskan seharusnya Indonesia bersikap kala menggelar Inter Parliamentary Union di Bali yang dimulai 20 Maret lalu. 

Baca Juga: Kenapa Perusahaan Menerapkan Sistem Probation untuk Karyawan Baru?

Penulis/Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: