Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Soroti Vonis Brutal Atas Hilangnya 132 Nyawa Manusia dalam Tragedi Kanjuruhan

Pengamat Soroti Vonis Brutal Atas Hilangnya 132 Nyawa Manusia dalam Tragedi Kanjuruhan Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti vonis brutal atas hilangnya 132 nyawa manusia dalam tragedi Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Melalui akun Twitter pribadinya, Gigin Praginanto mengunggah sebuah poster dengan tulisan 'Tragedi Kanjuruhan: 132 Orang Meninggal Karena Angin'.

Baca Juga: Loyalis Anies Sindir Jokowi Diikuti Banjir Sampai IKN, Warga Kaltim Kasih Penjelasan: Jadi Jangan Sok Tahu!

Kemudian terdapat lagi tulisan di bawah poster yang bergambar polisi dan angin tersebut, 'Terdakwa Polisi Divonis Bebas Karena Hakim Menilai Gas Air Mata Kanjuruhan Tertiup Angin'.

Atas hal ini, Gigin menyindir bahwa vonis akibat hilangnya ratusan nyawa manusia di tragedi Kanjuruhan sangat brutal. "Sebuah vonis yang sangat brutal!" ujarnya dikutip WE NewsWorthy dari Twitter @giginpraginanto, Senin (20/3).

Sebelumnya, terdakwa tragedi Kanjuruhan eks Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Untuk diketahui, Bambang merupakan salah satu polisi yang didakwa memerintahkan penembakan gas air mata ke arah tribun suporter Arema Malang di Stadion Kajuruhan.

Dalam pertimbangannya, Ketua Majelis Hakim Abu Achmad Sidqi Amsya mengatakan tembakan gas air mata yang ditembakkan para personel Samapta Polres Malang hanya mengarah ke tengah lapangan.

Baca Juga: Kenapa Pria Sulit Memahami Emosi Wanita?

Penulis/Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: