Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gak Terima Dituduh Berbohong, Kuat Maruf Laporkan Hakim ke KY: Terdakwa Pembunuhan Biadab!

Gak Terima Dituduh Berbohong, Kuat Maruf Laporkan Hakim ke KY: Terdakwa Pembunuhan Biadab! Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
WE NewsWorthy, Jakarta -

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Umar Syadat atau yang akrab dipanggil Gus Umar mengaku geram dengan terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kuat Maruf yang melaporkan hakim ketua Wahyu Imam Santoso ke Komisi Yudisial (KY).

Hal itu disampaikan Gus Umar dalam akun Twitter pribadinya, pada Jumat 9 Desember 2022.

Baca Juga: Nyelekit! Tokoh NU Sentil Heru Budi: Pj Gubernur DKI Makin Menjadi-jadi Dibekap Kekuasaan

"Terdakwa kasus pembunuhan biadab," ujar Gus Umar dikutip Newsworthy.

Sebelumnya, Kuat Maruf melaporkan hakim ketua Wahyu Imam Santoso ke Komisi Yudisial (KY). Terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ini melaporkan sang hakim terkait dugaan pelanggaran kode etik dalam persidangan.

Dugaan pelanggaran kode etik yang dimaksud Kuat Ma'ruf adalah pernyataan-pernyataan hakim Wahyu selama sidang kasus Brigadir J. Lantas apa pemicu Kuat Ma'ruf melaporkan Hakim Wahyu sebenarnya? Simak duduk perkara Kuat Ma'ruf laporkan hakim Wahyu Imam Santoso berikut ini.

Kuat Maruf tak terima dituduh berbohong oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas kesaksiannnya sebagai terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Ia pun melaporkan hakim ketua yang memimpin sidang kasus pembunuhan Ferdy Sambo Cs yakni hakim Wahyu Iman Santoso ke Komisi Yudisial (KY).

Dugaan pelanggaran kode etik yang dimaksud Kuat Ma'ruf yakni pernyataan-pernyataan hakim Wahyu selama sidang bergulir. Contohnya saja ketika hakim Wahyu menyebut Kuat Ma'ruf berbohong hingga ada indikasi setingan dalam peristiwa yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo.

Irwan selaku kuasa hukum Kuat Ma'ruf membeberkan sikap tendensius ketua majelis hakim Wahyu yang menangani sidang kasus Brigadir J di rumah Ferdy Sambo. Sikap tendensius itu salah satunya ketika Kuat dinilai hakim Wahyu memberikan keterangan palsu terkait peristiwa yang menyebabkan tewasnya Brigadir J. 

Menurut Irwan, sikap tersebut menunjukkan hakim Wahyu tak mengindahkan asas praduga tak bersalah dan menyudutkan Kuat Ma'ruf. Dalam sidang, hakim ketua sempat menyinggung buta dan tuli yang disebut pemicu Kuat Ma'ruf melaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik.

Baca Juga: Isu Utang Rp50 Miliar Sengaja Dihembuskan, Rocky Gerung Ungkap Ada Campur Tangan Presiden Jokowi

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: