Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Keputusan Heru Budi Naikkan UMP DKI Tahun 2023 Malah Bikin Buruh Tambah Miskin, Kok Bisa?

Keputusan Heru Budi Naikkan UMP DKI Tahun 2023 Malah Bikin Buruh Tambah Miskin, Kok Bisa? Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
WE NewsWorthy, Jakarta -

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan bahwa keputusan Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menaikkan Upan Minimum Provinsi (UMP) DKI akan membuat buruh semakin miskin.

Pasalnya Heru Budi Hartono menetapkan kenaikan UMP DKI tahun 2023 sebesar 5,6 persen atau sekitar Rp200 ribu dari UMP tahun 2022 yaitu sekitar Rp4,7 juta.

Baca Juga: Said Iqbal Tolak Keras Kenaikan UMP DKI 2023, Heru Budi Harus Tahu Dampak Seriusnya Bagi Buruh

Menurut Said Iqbal, kenaikan UMP DKI yang dilakukan Heru Budi justru akan membuat buruh semakin miskin, karena selama dua tahun berturut-turut stagnan, berdasarkan alasan itu ia menolaknya.

"Kenaikan itu akan membuat buruh makin miskin, karena buruh DKI sudah 2 tahun berturut-turut naik upahnya nol, dan baru tahun 2022 naik upahnya sekitar 5,1 persen," ujarnya.

"Itupun digugat oleh Apindo ke PTUN, artinya daya beli buruh DKI itu sudah turun 30 persen," sambung Said Iqbal dikutip NewsWorthy dari YouTube Bicaralah Buruh, Jumat (2/12).

Daya beli buruh dan masyarakat kecil tetap akan terpuruk, sebab kenaikan UMP yang ditetapkan oleh PJ Gubernur DKI Jakarta hanya sebesar 5,6 persen.

Baca Juga: Berawal dari Konten, Keanu Gandeng Nikmat Group Buka Bisnis Ramen

Penulis/Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel:

Berita Terkini

Lihat semuanya