Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Said Iqbal Tolak Keras Kenaikan UMP DKI 2023, Heru Budi Harus Tahu Dampak Seriusnya Bagi Buruh

Said Iqbal Tolak Keras Kenaikan UMP DKI 2023, Heru Budi Harus Tahu Dampak Seriusnya Bagi Buruh Kredit Foto: Dok Partai Buruh
WE NewsWorthy, Jakarta -

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menolak keras kenaikan Upah Minimum (UMP) DKI yang telah ditetapkan oleh Penjabar (PJ) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Heru Budi Hartono menaikkan UMP DKI tahun 2023 sebesar 5,6 persen dari tahun sebelumnya, Said Iqbal menyebutkan bahwa buruh tentu menolaknya dengan keras.

Baca Juga: Usai Heru Budi Hadiri Acara Relawan Jokowi, Pengamat: Dia Gak Tahu atau Memang Gak Perduli Bahwa PNS Dilarang...

"Pada hari ini Partai Buruh bersama Organisasi Serikat Buruh mengadakan konferensi pers terkait telah ditetapkannya kenaikan Upah Minimum Provinsi atau UMP DKI tahun 2023," ujarnya.

"Oleh Pejabat Gubernur DKI sebesar 5,6 persen kenaikannya untuk tahun 2023, sikap Partai Buruh dan Organisasi Serikat Buruh tentu menolak keras keputusan Gubernur atau Penjabat Gubernur DKI ini," imbuhnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah pertimbangan yang dilakukan buruh untuk menolak keputusan Heru Budi dalam menaikkan UMP DKI 2023 yang hanya sebesar 5,6 persen.

"Ada beberapa pertimbangan mengapa Partai Buruh dan Organisasi Serikat Buruh menolak kenaikan UMP DKI 2023 sebesar 5,6 persen oleh PJ atau Penjabat Gubernur DKI," ucap Said.

Baca Juga: Banyak Dihujat Netizen di Media Sosial, Mas Gibran Didoakan Selalu Waras

Penulis/Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel:

Berita Terkini

Lihat semuanya