Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perang Bintang Polri Makin Panas, Ferdy Sambo Bakal Bongkar Suap Tambang Ilegal, Said Didu: Tunjukkan Tajimu Sambo!

Perang Bintang Polri Makin Panas, Ferdy Sambo Bakal Bongkar Suap Tambang Ilegal, Said Didu: Tunjukkan Tajimu Sambo! Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
WE NewsWorthy, Jakarta -

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyoroti pernyataan Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang mengaku bakal buka-bukaan soal dugaan kasus suap tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) yang menyeret Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Said Didu meminta Ferdy Sambo untuk menunjukkan tajinya.

Baca Juga: Ketua GP Mania Sentil Benny Rhamdani: Kondisi Bangsa Ini Bukan dalam Kondisi Tempur, Apa yang Mau Ditempur?

Hal itu disampaikan Said Didu dalam akun Twitter pribadinya, pada Rabu 30 November 2022.

"Tunjukkan tajimu Sambo," ujar Said Didu dikutip Newsworthy.

Sebelumnya, Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo mengaku bakal angkat bicara soal bantahan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengenai dugaan kasus suap tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) yang diungkit oleh Ismail Bolong.

Sambo akan menyampaikan penjelasannya seusai menjalani sidang perkara pembunuhan Brigadir Yosua atau J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

"Selesai sidang ya (soal bantahan Kabareskrim)," ujar Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Adapun kasus dugaan setoran dari bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur menjadi perhatian publik setelah Ismail Bolong membuat testimoni melalui video.

Ismail mengakui sejak Juli 2020 hingga November 2021 menjalankan bisnis pengepul batu bara hasil tambang ilegal di daerah Desa Santan Ulu, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam sebulan dia mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar.

"Terkait dengan kegiatan yang saya lakukan saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim yaitu ke bapak Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto dengan memberikan uang sebanyak tiga kali yaitu pada bulan September 2021 sebesar Rp2 miliar, Oktober 2021 sebesar Rp2 miliar dan November 2021 sebesar Rp2 miliar," kata Ismail Bolong.

Baca Juga: LKPP Targetkan Transaksi e-Catalogue Hingga Rp500 Triliun pada 2023

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: